Harga Minyak Melejit, Pemerintah Siapkan Opsi WFH dan Hemat Rp80 T
Pemerintah kaji WFH dan efisiensi anggaran Rp80 triliun akibat konflik Timur Tengah. Kemenkeu siapkan mitigasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di kantor DPP PDIP di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Senin (24/10/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Aisah Putri Budiarti menilai langkah PDI Perjuangan (PDIP) yang akhir-akhir ini banyak menjatuhkan sanksi kepada kadernya untuk menarik perhatian publik yang terpusat ke Anies Baswedan.
Sebagai informasi, Senin (24/10/2022) PDIP menjatuhkan sanksi lisan ke Ganjar Pranowo karena nyatakan siap jadi calon presiden (capres).
Pada Rabu (26/10/2022) PDIP juga memberi sanksi keras ke Ketua DPC PDIP Solo FX Rudy karena nyatakan dukung Ganjar jadi capres. Bahkan, PDIP mengaku mengeluarkan sudah sanksi keras para kader yang tergabung dalam Dewan Kolonel.
“PDIP ingin menarik perhatian publik sekaligus mengecek ombak atas keputusan itu. Keputusan ini tentu menjadi perbincangan banyak pihak dengan banyak wacana yang berkembang. Hal ini akan menarik perhatian publik yang kemarin sempat terpusat ke Anies, kemudian bergeser kepada PDIP dan Ganjar,” jelas Aisah kepada Bisnis-jaringan Harianjogja.com, Rabu (26/10/2022).
Dia menjelaskan, akibat Ganjar dikenai sanksi, di publik berkembang citra bahwa Ganjar merupakan kader setia, publik semakin simpati terhadap Ganjar, PDIP punya posisi yang kuat atas Ganjar, dan wacana lainnya.
Berbagai wacana tersebut, Aisah berpendapat, akan menguntungkan PDIP terutama jika akhirnya partai berlambang benteng bermoncong putih itu memilih Ganjar sebagai capres usungannya di Pilpres 2024.
Selain itu, pemberian sanksi ke kader-kadernya juga menunjukkan bahwa PDIP memiliki fungsi dan sistem kepartaian yang berjalan.
“Sanksi ini bisa jadi dianggap perlu untuk meneguhkan kebijakan partai tersebut, tidak hanya kepada internal partai tetapi juga publik. Partai sebagai organisasi dalam hal ini punya kontrol terhadap kadernya,” jelas Aisah.
BACA JUGA: Mahasiswa di Jogja Banyak yang Stres, Ini Penyebabnya
Tak sampai situ, pemberian sanksi, terutama ke Ganjar juga menunjukkan bahwa Ganjar masih tegak lurus ke PDIP. Dengan begitu, lobi-lobi politik parpol ke Ganjar terkait Pilpres akan terpengaruh, begitu juga lobi PDIP ke parpol lain.
“Pada tahap ini, situasi politik akan diuji, yakni bagaimana bandul akan mengayun, termasuk apakah Ganjar menguat posisinya sebagai calon dalam lobi-lobi politik itu atau tidak,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pemerintah kaji WFH dan efisiensi anggaran Rp80 triliun akibat konflik Timur Tengah. Kemenkeu siapkan mitigasi dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.