Prediksi Real Madrid vs Juventus Dini Hari Nanti: Susunan Pemain, H2H
Real Madrid dan Juventus akan bertemu pada big match dalam laga lanjutan Liga Champions 2025-2026. Prediksi skor mengunggulkan Real Madrid menang.
Aremania menggelar aksi damai di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (20/10/2022). (ANTARA/Vicki Febrianto)
Harianjogja.com, JAKARTA - Kelompok suporter Arema FC, Aremania, turun ke jalan untuk menuntut pengusutan tragedi Kanjuruhan.
Ratusan pendukung klub Arema FC, Aremania, menggelar aksi damai di Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (20/10/2022).
Aksi Aremania tersebut menuntut penuntasan penanganan hukum tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 133 orang pada Sabtu (1/10/2022).
Dilansir dari Antara, Aremania yang hadir mayoritas mengenakan baju berwarna hitam. Tak ada pembacaan sejumlah tuntutan terkait usut tuntas tragedi Kanjuruhan.
Sejumlah spanduk yang dibentangkan Aremania, antara lain bertuliskan “Jika Sepak Bola Jadi Pemersatu Bangsa, Kenapa Harus ada Korban Jiwa”. Selain itu, juga ada spanduk bertuliskan “Mana Keadilan Bagi Ratusan Nyawa”, “Tangis Seorang Ibu Tidak Bisa Dibayar Dengan Kata Maaf”, “Revolusi PSSI” dan “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia #USUTTUNTAS”.
Dalam kesempatan itu, ratusan Aremania tersebut juga menyanyikan lagu Bagimu Negeri, Salam Satu Jiwa dan menyerukan revolusi PSSI.
Usai menyanyikan lagu tersebut, kurang lebih pukul 11.15 WIB, ratusan Aremania tersebut menyudahi aksi damai dan kembali menuju ke Stadion Gajayana untuk membubarkan diri.
BACA JUGA: Apotek di DIY Kebingungan Jual Obat Sirop
Aremania juga melakukan aksi diam di alun-alun Tugu Kota Malang dengan membawa beragam spanduk serta pakaian serba hitam.
Geliat suporter juga tampak di media sosial. Tagar #SuporterMelawan menjadi trending topic di Twitter dengan sekitar 3.000 cuitan.
"Jika FIFA dan pemerintah enggak boleh intervensi PSSI, baiklah biar kami suporter Indonesia yang akan intervensi mereka! Bismillah #SuporterMelawan," cuit akun Mafia Wasit.
Cuitan tersebut disinyalir sebagai bentuk protes kepada pengurus PSSI yang enggan mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap korban tragedi Kanjuruhan.
Meski Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) telah merekomendasikan Ketua Umum PSSI dan seluruh Komite Eksekutif untuk mundur, namun hal itu seolah tak diindahkan oleh federasi.
Hanya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang menjadi wadah resmi untuk mengganti pengurus lama dengan yang baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Real Madrid dan Juventus akan bertemu pada big match dalam laga lanjutan Liga Champions 2025-2026. Prediksi skor mengunggulkan Real Madrid menang.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.