Indonesia Hajar Mongolia 3-0, Lolos Perempat Final Asian Games
Tim bulu tangkis putri Indonesia menang 3-0 atas Mongolia dan lolos ke perempat final Asian Games 2026 untuk menghadapi Taiwan.
Ilustrasi vaksinasi. - Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Meskipun saat ini pandemi terus terkendali, namun Dekan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Satibi Ali Kusnadi mengatakan produksi dan pengembangan vaksin Covid-19 harus terus dilakukan.
"Saya melihat vaksin serta obat merupakan produk strategis, selain energi dan pangan," kata Satibi Ali Kusnadi dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Antara, Senin (17/10/2022).
Satibi mengatakan hal itu sebagai tanggapan atas peresmian produksi vaksin Covid-19 oleh Bio Farma, yang diberi nama IndoVac, oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Pentingnya pengembangan vaksin, lanjut Satibi, juga berdasarkan pada situasi geopolitik saat ini. Banyak negara memprioritaskan produksinya untuk kebutuhan negara masing-masing. Sehingga, menurutnya, produksi vaksin Covid-19 oleh Bio Farma dengan teknologi rekombinan protein subunit sudah tepat.
"Vaksin ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia," tambahnya.
Selain kondisi geopolitik, jumlah penduduk yang cukup besar juga merupakan alasan penting memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia. Apalagi, saat ini vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak juga belum dilakukan.
Dengan produksi vaksin Covid-19 IndoVac oleh Bio Farma tersebut, dia berharap ketergantungan Indonesia terhadap vaksin dan obat dari negara lain dapat berkurang.
Dia melihat potensi Indonesia untuk tidak tergantung obat dan vaksin dari negara lain sangat besar. BUMN seperti Bio Farma sudah menjadi salah satu produsen vaksin terbesar di dunia.
Bahkan, katanya, beberapa vaksin yang diproduksi oleh perusahaan farmasi BUMN juga sudah diekspor ke berbagai negara, seperti vaksin antisera. Tidak hanya itu, menurut dia, BUMN seperti Pertamina juga berpotensi membuat bahan baku obat seperti para aminophenol.
Dengan adanya produksi bahan baku obat dan vaksin, Satibi mengatakan niscaya kemandirian pelayanan kesehatan di Indonesia akan tercapai. Oleh karena itu, produksi vaksin IndoVac menjadi prestasi bangsa Indonesia.
"Kemandirian terhadap vaksin dan bahan baku obat merupakan suatu yang mutlak dilakukan oleh bangsa Indonesia," ujar Satibi.
Dia juga berharap pemerintah dapat meningkatkan sinergisme dengan BUMN, perusahaan farmasi nasional, dan perguruan tinggi dalam memproduksi vaksin serta bahan baku obat-obatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tim bulu tangkis putri Indonesia menang 3-0 atas Mongolia dan lolos ke perempat final Asian Games 2026 untuk menghadapi Taiwan.
MagangHub 2026 Tahap 2 resmi dimulai. Kemnaker mengingatkan peserta menyiapkan penempatan, kontak, mentor, administrasi, dan tugas magang.
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Top Ten News Harianjogja.com Senin 21 September 2026 membahas MBG, kesehatan, sampah, pupuk, harga emas, olahraga hingga KAI.
Pensiunan TNI asal Gunungkidul, Kidjo, menceritakan pengalamannya menjalani operasi hingga kontrol dengan memanfaatkan Program JKN.
Dosen Unisa Yogyakarta mengembangkan kombinasi Metcovazin dan stimulasi listrik untuk luka diabetes. Riset masih tahap praklinis.