Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Sri Sultan HB X/Antara-Andreas Fitri Atmoko
Selamat pagi, semangat mengawali pekan. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Top 7 News Harianjogja.com 16 Agustus 2022
Percepatan pelantikan dilakukan untuk menghindari kekosongan jabatan yang berujung pada penatapan pelaksana tugas (Plt) Gubernur DIY.
UPT Laboratorium Lingkungan DLH Kota Jogja mengaku tak bisa memantau dengan detail dugaan kandungan mikroplastik di air hujan.
Presiden Joko Widodo bakal menyampaikan dua pidato kenegaraan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2022).
Menteri ESDM, Arifin Tasrif, menuturkan pemerintah belakangan berencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.
BMKG DIY memprediksi hujan di wilayahnya masih akan berlanjut.
Pemda DIY menyatakan Indeks Kualitas Air di wilayahnya belum memenuhi standar yang ditetapkan Pemerintah Pusat.
RW 18 Kelurahan Brontokusuman Jogja dideklarasikan sebagai kawasan bebas rokok, mereka tak akan melayani pembelian rokok oleh konsumen anak-anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.