Dilengkapi 2 Terowongan Terpanjang, Tol Cisumdawu Diresmikan Jokowi
Presiden Jokowi bersyukur akhirnya bisa meresmikan tol yang memiliki terowongan kembar terpanjang di Indonesia menjelang akhir jabatannya.
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan perumahan subdisi di kawasan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/1/2022)./JIBI-Bisnis.com-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, BANDUNG - Harga rumah bersubsidi kemungkinan besar akan naik tahun depan. Kasubdit Sistem Manajemen Investasi (SMI) Kemenkeu Iman Widhi memprediksikan kenaikan harga rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada 2023 mendatang.
Menurutnya, pemerintah saat ini masih menghitung dan mengkaji besaran kenaikan yang akan ditetapkan pada harga jual rumah subsidi. Hal tersebut dilakukan untuk menyikapi kenaikan harga bahan bangunan yang rata-rata mencapai 30 persen.
BACA JUGA: Semester I/2022, Total Penumpang di YIA Tembus 1,29 Juta Orang
"Saya pikir ini menjadi konsen kita semua, tapi kita mempertimbangkan semua aspek, jadi memang ekonomi kita mulai tumbuh, tapi kita harus melihat semua aspek jangan sampai tiba-tiba naik," imbuhnya saat ditemui di Perumahan Prima Swarga Residence, Kabupaten Bandung, Jumat (15/7/2022).
Ia mengatakan memang memang kondisi saat ini sulit menaikan harga perumahan subsidi yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat berpenghasilan rendah. Terlebih dalam dua tahun terakhir pandemi Covid-19 melanda Indonesia.
"Saya tidak menjanjikan bisa naik tahun ini, tapi pemerintah pasti melihat kebijakan dari sisi lain. Masih dihitung untuk dan dirapatkan, pemerintah pasti memayungi semua pihak, baik pengembang tetap untung maupun MBR agar tidak terlalu berat," jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan saat ini pihaknya terus memantau agar penyaluran perumahan subsidi MBR ini tepat sasaran.
"Kami dari pemerintah ingin memastikan subsidi yang diberikan oleh pemerintah itu tepat sasaran, kualitasnya juga terjaga, dan yang lebih dari pada itu penerimanya MBR, yang bagian dari warga negara indonesia bisa tersenyum mereka punya rumah yang merupakan kebutuhan yang paling dasar," ungkapnya.
Melalui subsidi ini lanjut Iman, pemerintah berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan perumahanndan tentunya tepat sasaran.
"Ke depan kita akan menyidak dan memastikan yang dilakukan pemerintah tepat sasaran," jelasnya.
Sementara itu, Direktur PT Koprima Sandysejahtera Priyo Untomo mengaku pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rumah subsidi bagi MBR.
"Kami sangat konsen terhadap target pemerintah menyediakan rumah subsidi terhadap MBR, kami juga menjamin, penyalurannya tepat sasaran," imbuhnya.
BACA JUGA: Proyek Kelok 18 JJLS Bantul-Gunungkidul Tersendat Tanah Tutupan, Ini Penjelasannya
Di sisi lain, ia juga berharap adanya penyesuaian harga jual rumah subsidi. Pasalnya, kenaikan bahan baku bangunan saat ini berisiko pada penurunan kualitas bangunan.
"kualitas yang diharapkan juga tepat dan tentuu kami berharap biaya-biaya menyesuaikan dengan kondisinya, tapi kita tetap akan jaga kualitas sesuai dengan peraturan pemerintah," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Presiden Jokowi bersyukur akhirnya bisa meresmikan tol yang memiliki terowongan kembar terpanjang di Indonesia menjelang akhir jabatannya.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.
Liverpool keluar dari empat besar Liga Inggris 2025/2026 usai kalah dari Aston Villa, sementara Manchester United pastikan posisi ketiga.