Prabowo ke Halmahera Tengah, Luncurkan Hilirisasi Rp180 Triliun
Presiden Prabowo bertolak ke Halmahera Tengah untuk meluncurkan 11 proyek hilirisasi senilai US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.
Ilustrasi - Varian baru Virus Corona SARS-CoV-2./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Peneliti di Prancis Selatan, Institut IHU Mediterranee Infection menemukan bahwa Covid-19 telah memiliki varian baru, yaitu IHU atau B.1640.2 yang ditemukan di Prancis dan mungkin memiliki 46 mutasi.
Kepala dan profesor departemen yang menemukan varian tersebut Philippe Colson menyampaikan nama varian IHU untuk B.1.640.2 diambil dari institut IHU Mediterranee Infection, tempat para ilmuwan mengidentifikasinya.
Dia mengatakan varian baru ini dapat menjadi ancaman besar, tapi kasus-kasus tersebut sejauh ini belum dilaporkan di negara-negara selain Prancis.
Setidaknya sudah ada 12 kasus dari varian ini yang dilaporkan di daerah Marseilles, Prancis. Temuan kasus ini juga dikaitkan dengan perjalanan dari negara Afrika, Kamerun.
"Kami memang memiliki beberapa kasus varian baru ini di wilayah geografis Marseilles. Kami menamakannya \'varian IHU\'. Dua genom baru saja dikirimkan," kata Colson dikutip dari Business Insider, Rabu (5/1/2021).
Organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) telah memasukkan varian baru tersebut dalam kategori Variant Under Monitoring.
Dikutip melalui akun Twitter @mvankerkhove, pemimpin teknis WHO untuk Covid-19, Maria van Kerkhove menyampaikan dalam catatan WHO, varian ini pertama kali teridentifikasi di Republik Kongo pada November 2021.
"B.1.640 diklasifikasikan sebagai \'Varian Dalam Pemantauan\' oleh WHO pada November," tulisnya, dikutip dari akun Twitter @mvankerkhove, Rabu (5/1/2022).
Sementara itu, mengutip dari akun Twitter @DrEricDing, Epidemiolog Eric Feigl-Ding mengatakan bahwa varian baru terus muncul tetapi itu tidak berarti mereka akan lebih berbahaya.
"Ada banyak varian baru yang ditemukan sepanjang waktu, tetapi itu tidak berarti mereka akan lebih berbahaya. Apa yang membuat sebuah varian lebih terkenal dan berbahaya adalah kemampuannya untuk berkembang biak karena jumlah mutasi yang dimilikinya terkait dengan virus aslinya." Katanya, dikutip melalui Twitter @DrEricDing, Rabu (5/1/2022).
Kendati demikian, dikutip melalui media NDTV, para peneliti mengatakan masih banyak hal perlu diketahui. Termasuk bagaimana varian ini berperilaku, sejauh mana infeksinya dan bagaimana perlindungan vaksin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Presiden Prabowo bertolak ke Halmahera Tengah untuk meluncurkan 11 proyek hilirisasi senilai US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.
PSIM Jogja memecat Jean Paul van Gastel setelah empat kekalahan beruntun di Super League 2026/2027. Laskar Mataram kini berada di peringkat 16.
Rute jip wisata Gumuk Pasir Parangtritis dialihkan dari zona inti restorasi. Jalur baru menawarkan petualangan dan potensi agro wisata.
Simak informasi BSU 2026, perkiraan bantuan Rp900.000, kriteria penerima berdasarkan skema sebelumnya, dan cara mengecek status lewat JMO.
Motor MotoGP 2027 bermesin 850 cc dilaporkan mencatat waktu putaran mendekati motor 1000 cc. Ducati dan Aprilia menyoroti aspek keselamatan.
Diskusi novel Matahari di Atas Rantemario karya Andi Makmur Makka di Yogyakarta membahas luka sejarah, perbedaan ideologi, persahabatan, dan refleksi kebangsaan