Universitas Sanata Dharma Menjadi Tuan Rumah WUJA Congress 2026
Universitas Sanata Dharma (USD) akan menjadi tuan rumah World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Congress 2026, kongres alumni Jesuit terbesar di dunia
Wakil Wali Kota Magelang M. Mansyur bersama Forkopimda meninjau Pasar Rejowinangun, Jumat (24/12/2021)./Harian Jogja
MAGELANG—Pemerintah Kota Magelang secara rutin melakukan monitoring harga kebutuhan pokok masyarakat, sebagai upaya pengendalian harga bahan pokok agar tetap terjangkau oleh masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Catur Budi Fajar Soemarmo, menjelaskan pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) dilakukan rutin setiap hari. Khusus pada hari raya, dilakukan pengecekan langsung di pasar.
"Pada Lebaran dan Natal Tahun Baru kami lakukan pengecekan langsung. Tapi kami rutin monitoring harga kepokmas. Realtime harga kami update setiap hari dan dilaporkan. Jadi perkembangan harga kepokmas ada datanya," katanya, di sela peninjauan Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Jumat (24/12/2021).
Dari hasil pemantauan ini, nantinya dilakukan tindakan. Jika terjadi lonjakan harga yang tinggi, maka akan diusulkan kepada Bulog dan Kementerian agar dilakukan operasi pasar. Adapun Pemerintah Kota Magelang tidak memiliki kewenangan dan kemampuan untuk mengadakan operasi pasar maupun pasar murah.
"Pasar murah tidak bisa kami agendakan pada 2021 karena refokusing untuk dan kesehatan dan pendidikan. Selain itu kami juga tidak bisa melaksanakan karena menimbulkan kerumunan. Ini terkait prokes [protokol kesehatan]," jelasnya.
Terkait hasil monitoring pada momen Natal dan Tahun baru 2022 ini, Catur Budi menyebutkan dalam sepekan ini ada sekitar 10 komoditas kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya adalah cabai rawit, telur, dan minyak goreng. Menurutnya, kenaikan harga masih belum signifikan, yaitu di kisaran 30%.
Wakil Wali Kota Magelang M. Mansyur yang memimpin kegiatan monitoring harga tersebut mengatakan kenaikan harga di musim liburan Natal dan Tahun Baru 2022 ini masih wajar, karena belum sampai 50%.
“Kenaikan ini karena ada hari raya, seperti ketika Lebaran dan ini Natal. Tapi masih wajar karena persentase kenaikan tidak sampai 50 persen,” katanya.
Menurutnya, pemantauan langsung harga kepokmas seperti ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengendalikan harga. Dari kenaikan harga yang terjadi di akhir tahun ini, Pemkot berupaya menekan agar tidak semakin naik lagi, sebab telah membuat penjual mengeluh dan masyarakat tidak mampu membeli.
Adapun dari hasil pemantauan tersebut, harga yang naik yakni minyak goreng 1.800 ml dari Rp36.000 menjadi Rp38.000, harga telur dari kisaran Rp25.000 per kg menjadi Rp30.500 per kg, dan cabai rawit merah dari sebelumnya Rp65.000 per kg menjadi Rp79.000 per kg.
"Harganya pada naik, tapi penjualannya tidak naik. Mungkin karena harganya tinggi, atau mungkin karena masyarakat sedang banyak mendapat bantuan sembako. Sekarang hari raya, tapi penjualan tidak ramai," kata Tarsilah, pedagang smebako di Pasar Rejowinangun. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Sanata Dharma (USD) akan menjadi tuan rumah World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Congress 2026, kongres alumni Jesuit terbesar di dunia
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.