Jogja Inspira Hadirkan Kolaborasi Musik, Puisi dan Sketsa
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Event Food, Beverage & Chef (FBC) Festival 2021 yang digelar 3-5 Desember di De Tjolomadoe, Solo. /Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Untuk mengurangi sampah plastik yang mengancam lingkungan, Grade mengajak pelaku UMKM menggunakan kemasan kertas ramah lingkungan.
Manajer Div. Paper Packaging Maesindo Indonesia Shodiqin mengatakan kemasan kertas Grade saat ini banyak menjadi pilihan para UMKM. Selain ramah lingkungan, kemasan kertas dapat juga menambah kesan elegan produk UMKM yang dijual.
"Kami hadir untuk membantu UMKM Kuliner di wilayah DIY-Jawa Tengah dan sekitarnya untuk memperoleh kemasan kertas ramah lingkungan," ujar Shodiqin saat event Food, Beverage & Chef (FBC) Festival 2021 di De Tjolomadoe, Solo, Minggu (5/12/2021).
Dia mengatakan, antusias UMKM untuk memperoleh produk Grade selama FBC Festival Solo dinilai sangat tinggi. Kunjungan selama pameran ditarget mencapai 500 orang perhari dengan total transaksi hingga Rp250 juta. Mereka yang datang didominasi para pengusaha roti & kue, toko bahan kue dan toko kemasan.
"Tren penggunaan produk kertas tidak akan pernah hilang seiring dengan kampanye pemerintah dalam mengurangi penggunaan produk plastik sekali pakai," katanya.
Menurut Shodiqin, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) produk sampah plastik tak terkelola bisa mencapai 2 juta ton per tahun dan akan terus bertambah. Hal ini tentu akan mencemari tanah, sungai hingga lautan. Dampak sampah plastik ini tidak hanya mencenari lingkungan tetapi juga makhluk hidup di masing-masing ekosistem.
"Selain sejalan dengan Peraturan Pemerintah, paperbag ini menjadi solusi kantong belanja ramah lingkungan dan kekinian. Sebab paperbag dipastikan mudah terurai dalam waktu satu bulan. Ini berbeda dengan kantong plastik untuk terurai butuh waktu 200-1.000 tahun," katanya.
Selama pameran berlangsung, katanya, pelaku UMKM diberikan konsultasi terkait aplikasi produk tersebut untuk pengembangan usaha kulinernya. Di pameran FBC Festival ini, UMKM kuliner seperti bakery dan pengusaha kuliner lainnya dapat melihat langsung penggunaan produk Cake Case & Doilies Paper diaplikasikan pada makanan.
"Pelaku UMKM juga bisa mendapatkan paperbag ramah lingkungan untuk mengemas dan mempromosikan jualannya. UMKM bisa langsung berkonsultasi dengan Grade untuk menentukan produk serta ukuran yang tepat bagi usahanya," katanya.
Hal ini menjamin kualitas produk yang benar-benar aman saat digunakan konsumen. Dengan kapasitas produksi Cakecase 150 juta pcs, Doilies Paper 100 juta pcs dan Paperbag 80 juta pcs tiap bulan. Di samping itu, kebutuhan UMKM yang mengedepankan konsep ramah lingkungan tentu memilih produk kertas sebagai solusi kemasan dalam meningkatkan citra bisnisnya.
"Saya sudah dua tahun menggunakan Grade, bentuk doilies-nya bagus, tidak lengket. Cake case nya juga mudah dilepas, tahan minyak, ukurannya pas," ungkap pengusaha pastry asal Solo, Indriana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.
DKP DIY menggelar Gita Laut 2026 di Pantai Congot untuk menjaga sumber daya pesisir dan melibatkan generasi muda dalam sektor kelautan.
Warga Wirobrajan didorong mengolah sampah plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomi. Bank Sampah Wira Peni kini memiliki 90 anggota.
Tiga ASN Jayawijaya tewas ditembak KKB. Jusuf Kalla mendorong operasi aparat diiringi pendekatan persuasif dan damai.