Dari Para Perasuk hingga Kantata Takwa, KHFF 2026 Hadirkan Film Pilihan
Agenda KHFF 2026 diperkenalkan kepada publik melalui Taklimat Media KHFF 2026 yang digelar pada 10 September 2026 di The Prajan Hotel & Villas, Yogyakarta.
Para seniman membuat mural. /Ist.
Harianjogja.com, SEMARANG - Puluhan seniman mural dari berbagai daerah bersaing dalam lomba tingkat nasional yang diselenggarakan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah. Mereka datang diantaranya dari Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.
Sejak pagi, Rabu (24/11/2021), para peserta langsung mulai meracik cat untuk kemudian dilukiskan di dinding yang telah disediakan panitia untuk menjadi sebuah karya mural. Ada sekitar 29 speace dinding yang masing-masing tim peserta mendapat ruang sekitar 3 x 3 meter.
Lomba dalam rangka Hari Bakti Pekerjaan Umum 2021 itu bertema "Bangga Infrastruktur Negeri Sendiri". Dan, tim peserta mengeksplor karya dengan obyek pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah.
Arum, salah seorang peserta dari Yogyakarta sangat senang mengikuti lomba mural kali ini. ia bersama dua rekannya akan mengangkat obyek jalur penyelamat.
"Ini untuk mengukur kemampuan kita, ini kan tingkat nasional," ujarnya.
Dalam persiapannya, timnya tidak membutuhkan waktu lama. Hanya menentukan obyek sesuai tema, kesepakatan konsep karya dan peralatan teknis.
"Untuk persiapan ya hanya cat. kali ini kita mengusung konsep semi realis," lanjutnya.
Ia berharap, kegiatan seperti itu terus dapat dilaksanakan dan ditingkatkan. Baik secara kualitas maupun kuantitas peserta.
"Harapannya terus menyelenggarakan lomba dan lebih ramai lagi," ucapnya.
Sementara Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Hanung menyampaikan bahwa kegiatan kali ini dalam rangka Hari Bakti Pekerjaan Umum ke 76 tahun.
"Lomba mural untuk melihat infrastruktur Jateng, kita rekam baik Jateng maupun kementrian," katanya.
Harapannya, dengan adanya lomba tersebut dapat mensosialisasi program pembangunan infrastruktur yang telah terlaksana dengan baik. Dan, sekaligus mengajak masyarakat untuk merasa memiliki infrastruktur yang ada.
"Harapannya menggerakkan masyarakat untuk merasa memiliki," imbuhnya.
Kendati demikian, pihaknya sangat terbuka dab transparan untuk peserta yang menyampaikan kritikan melalui karya muralnya.
"Kami sangat terbuka. boleh mengkritik, silakan. ini demi kebaikan ke depan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Agenda KHFF 2026 diperkenalkan kepada publik melalui Taklimat Media KHFF 2026 yang digelar pada 10 September 2026 di The Prajan Hotel & Villas, Yogyakarta.
Mulai Oktober 2026, warga Indonesia usia 17 tahun ke atas akan dibukakan rekening BRI untuk penyaluran bantuan pemerintah.
Kelok 23 Bantul akan diuji coba 14-20 September 2026. Bupati Bantul mengingatkan warga agar tidak menyerobot lahan untuk bangunan liar.
Nilai ekspor cabai DIY mencapai Rp749,9 juta pada 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025 meski frekuensi pengiriman menurun.
Pemda DIY mengevaluasi Regol Ayom Malioboro dan menyiapkan desain ulang dengan mempertimbangkan kenyamanan pejalan kaki serta kondisi kawasan.
PSIM Jogja bersiap menghadapi Persebaya. Ondrej Rudzan ingin Laskar Mataram membenahi permainan dan membawa pulang poin dari Surabaya.