Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Perempuan penjual kerajinan di objek wisata Museum Batak Tomok fasih berbahasa Inggris. /Ist-tangkapan layar TikTok
Harianjogja.com, JOGJA- Bisa karena biasa. Pepatah itulah yang tepat untuk ibu ini. Seorang perempuan di Samosir, Sumatera Utara ini fasih berbahasa Inggris lantaran terbiasa.
Baru-baru ini, seorang perempuan yang merupakan penjual kerajinan di kawasan wisata Museum Batak Tomok terletak di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir menjadi viral.
Penyebabnya, ia tertangkap kamera video saat bercakap-cakap dengan seorang turis asing menggunakan bahasa Inggris. Sang ibu itu pun bisa berbicara dengan fasih bahkan bercanda.
Video ini diunggah di media sosial TikTok oleh akun @dalephilip. Turis yang memiliki 447.600 follower di TikTok ini mengunggah momen saat ia ditawari gelang oleh perempuan penjual kerajinan yang tidak disebutkan namanya tersebut.
"But You don\'t buy something one? I give you special price. [Tidakkah kau ingin membeli sesuatu? Aku berikan harga spesial]," kata ibu tersebut menawarkan.
"Eh, what you have [Apa yang kamu punya]?" tanya pengunggah video.
Ibu itu pun menawarkan sebuah gelang, sambil mengatakan harganya. "Fiveteen thousands [Lima belas ribu]" katanya.
"Fiveteen thousands uh [Lima belas ribu? uh]," kata sang turis mengulangi.
Tak disangka ibu penjual itu mengatakan hal yang tidak disangka.
"If you want to give me fiveteen thousands Euro, it\'s okay. [Jika kamu mau memberiku lima belas ribu Euro, boleh]" katanya.
Tentu saja ini mengagetkan turis, sebab lima belas ribu Euro jika dirupiahkan mencapai sekitar Rp243 juta.
"Fiveteen thousands Euro, wow, the maybe you can buy one of these. [Lima belas ribu Euro, wow. Lalu Anda bisa membeli salah satu dari ini]" katanya sambil menunjuk bangunan-bangunan.
Sang ibu penjual pun tertawa. "a house, rich woman [Sebuah rumah, jadi wanita kaya]" katanya.
Turis itu pun terkesan dengan bercandanya ibu penjual. Karenanya, ia kemudian membeli satu buah gelang. Bahkan, ia meminta yang ibu memilihkan gelang yang cocok untuknya.
Di akhir percakapan, sang ibu menanyakan apakah turis tersebut sudah menikah atau belum. Turis itu pun menjawab bahwa ia belum menikah.
"You don\'t have girlfriend? "Apakah kamu tidak punya pacar?]" tanya ibu itu.
"Sometimes I have girlfriend [Kadang-kadang saya punya pacar]" jawab si turis.
"You make broken heart, yeah? [Kamu membuat patah hati, ya?]," kata sang ibu.
Video percakapan orang yang sama-sama asing itu pun menjadi viral hingga masuk ke for your page di TikTok. Dalam dua hari pada Jumat (12/11/2021), video itu disaksikan hingga 5,2 juta kali, disukai 557.000 kali dan dikomentari 10.900 kali.
Warganet pun terkesan dengan ibu penjual kerajinan tersebut. Banyak warganet yang memujinya.
"Ibuknya udah pinter bahasa inggris, kasih harga jujur, suka bercanda, pasti betah banget bule di situ," komentar akun @Suckmadek.
"Sampai bisa ngerti jokesnya," tambah akun @Kenvaya.
"Keren banget ibunya," komentar Golden English.
Nah, itulah kemampuan mengagumkan seorang ibu penjual kerajinan di tempat wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
TNI AL menemukan kotak hitam dan ekor helikopter Mi-17V5 yang jatuh di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah.
BPOB menggandeng AirAsia mengajak influencer India menjelajahi wisata Jogja dan Jawa Tengah, mulai dari candi hingga pantai.
Satpol PP DIY mengingatkan Jaga Warga fokus menjaga keamanan lingkungan dan mencegah provokasi, bukan mengamankan aksi demonstrasi.
Profil Bahlil Lahadalia, perjalanan hidup, pendidikan, bisnis, jabatan politik, hingga kontroversi pernyataan Raja Jawa.
Kemenpar menyebut wisata golf dan bahari menjadi daya tarik wisatawan Korea Selatan, terutama di Bali, Batam, dan Labuan Bajo.