Petani Magelang Tingkatkan Nilai Sawi Lewat Keripik Kraukk
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Perempuan penjual kerajinan di objek wisata Museum Batak Tomok fasih berbahasa Inggris. /Ist-tangkapan layar TikTok
Harianjogja.com, JOGJA- Bisa karena biasa. Pepatah itulah yang tepat untuk ibu ini. Seorang perempuan di Samosir, Sumatera Utara ini fasih berbahasa Inggris lantaran terbiasa.
Baru-baru ini, seorang perempuan yang merupakan penjual kerajinan di kawasan wisata Museum Batak Tomok terletak di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir menjadi viral.
Penyebabnya, ia tertangkap kamera video saat bercakap-cakap dengan seorang turis asing menggunakan bahasa Inggris. Sang ibu itu pun bisa berbicara dengan fasih bahkan bercanda.
Video ini diunggah di media sosial TikTok oleh akun @dalephilip. Turis yang memiliki 447.600 follower di TikTok ini mengunggah momen saat ia ditawari gelang oleh perempuan penjual kerajinan yang tidak disebutkan namanya tersebut.
"But You don\'t buy something one? I give you special price. [Tidakkah kau ingin membeli sesuatu? Aku berikan harga spesial]," kata ibu tersebut menawarkan.
"Eh, what you have [Apa yang kamu punya]?" tanya pengunggah video.
Ibu itu pun menawarkan sebuah gelang, sambil mengatakan harganya. "Fiveteen thousands [Lima belas ribu]" katanya.
"Fiveteen thousands uh [Lima belas ribu? uh]," kata sang turis mengulangi.
Tak disangka ibu penjual itu mengatakan hal yang tidak disangka.
"If you want to give me fiveteen thousands Euro, it\'s okay. [Jika kamu mau memberiku lima belas ribu Euro, boleh]" katanya.
Tentu saja ini mengagetkan turis, sebab lima belas ribu Euro jika dirupiahkan mencapai sekitar Rp243 juta.
"Fiveteen thousands Euro, wow, the maybe you can buy one of these. [Lima belas ribu Euro, wow. Lalu Anda bisa membeli salah satu dari ini]" katanya sambil menunjuk bangunan-bangunan.
Sang ibu penjual pun tertawa. "a house, rich woman [Sebuah rumah, jadi wanita kaya]" katanya.
Turis itu pun terkesan dengan bercandanya ibu penjual. Karenanya, ia kemudian membeli satu buah gelang. Bahkan, ia meminta yang ibu memilihkan gelang yang cocok untuknya.
Di akhir percakapan, sang ibu menanyakan apakah turis tersebut sudah menikah atau belum. Turis itu pun menjawab bahwa ia belum menikah.
"You don\'t have girlfriend? "Apakah kamu tidak punya pacar?]" tanya ibu itu.
"Sometimes I have girlfriend [Kadang-kadang saya punya pacar]" jawab si turis.
"You make broken heart, yeah? [Kamu membuat patah hati, ya?]," kata sang ibu.
Video percakapan orang yang sama-sama asing itu pun menjadi viral hingga masuk ke for your page di TikTok. Dalam dua hari pada Jumat (12/11/2021), video itu disaksikan hingga 5,2 juta kali, disukai 557.000 kali dan dikomentari 10.900 kali.
Warganet pun terkesan dengan ibu penjual kerajinan tersebut. Banyak warganet yang memujinya.
"Ibuknya udah pinter bahasa inggris, kasih harga jujur, suka bercanda, pasti betah banget bule di situ," komentar akun @Suckmadek.
"Sampai bisa ngerti jokesnya," tambah akun @Kenvaya.
"Keren banget ibunya," komentar Golden English.
Nah, itulah kemampuan mengagumkan seorang ibu penjual kerajinan di tempat wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M