Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Vaksin Covid-19 Sputnik V buatan Rusia/NDTV.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan proses pendaftaran penggunaan darurat untuk vaksin produksi Rusia, Sputnik V ditunda dulu sambil menunggu beberapa data dan prosedur hukum yang diharapkan “segera diselesaikan”.
“Kami bekerja hampir setiap hari dengan Kementerian Kesehatan Rusia untuk mengatasi masalah yang tersisa yang harus dipenuhi oleh Dana Investasi Langsung Rusia,” ujar Mariangela Simao, Asisten Dirjen WHO untuk Akses Obat dan Produk Kesehatan seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (14/10/2021).
Simao mengatakan bahwa segera setelah kesepakatan tercapai, WHO akan memproses pendaftaran tersebut dan menilai data yang diajukan. WHO juga akan melanjutkan inspeksi lokasi manufaktur di Rusia.
“Semua pengajuan vaksin Covid-19 yang ada pada kami ditangani dengan cara yang sama,” katanya, akan tetapi dia tidak memerinci batas waktu kapan proses pencatatan dapat diselesaikan.
Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko awal bulan ini mengatakan, bahwa semua hambatan untuk mendaftarkan vaksin ke WHO telah dibereskan, dan hanya beberapa dokumen yang harus diselesaikan.
Di Rusia, penerimaan vaksin berjalan lambat dan ketidakpercayaan terhadap pihak berwenang tinggi dan juga ada ketakutan akan produk medis baru. Hanya 33 persen di Rusia yang telah divaksinasi lengkap.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, bahwa Rusia perlu mempercepat kampanye vaksinasi setelah negara itu mencatat 973 kematian terkait Virus Corona pada Selasa (12/10/2021).
Angka itu merupakan jumlah korban satu hari tertinggi sejak dimulainya pandemi. Secara total, Rusia telah mencatat lebih dari 7,7 juta kasus dan lebih dari 426.000 kematian.
Sementara itu, Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) kemarin menyatakan vaksin Sputnik Light menunjukkan efektivitas 70 persen terhadap varian Delta tiga bulan setelah injeksi.
Data yang dikirimkan oleh pengembang, Institut Gamaleya ke server pra-cetak medRxiv akan menjalani proses tinjauan sejawat. Data diambil dari 28.000 peserta yang menerima dosis Sputnik Light. Selanjutnya, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang terdiri dari 5,6 juta orang yang tidak divaksinasi.
Sejumlah negara sedang menyebarkan atau mempertimbangkan untuk memberikan dosis ketiga vaksin Pfizer atau Moderna sebagai booster ke beberapa populasi mereka.
Mereka yang menerima penguat vaksin itu terutama yang memiliki sistem kekebalan yang lemah dan orangtua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.