Antam Raup Rp68,41 Triliun dari Penjualan Emas hingga September 2026
Antam mencatat penjualan emas 25.217 kg senilai Rp68,41 triliun hingga September 2026. Laba perusahaan tumbuh 46% menjadi Rp9,66 triliun.
Ilustrasi SARS
Harianjogja.com, JAKARTA – Meski sama-sama disebabkan oleh virus Corona, SARS dan Covid-19 sebenarnya berbeda. Dulu, gejala SARS relatif lebih berat dan persentase kematiannya juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan Covid-19. Namun, pernahkah Anda berpikir mengapa SARS dulunya dapat berakhir begitu saja tanpa vaksin, dan mengapa Covid-19 tidak bisa tereliminasi dengan cara yang sama?
SARS merupakan singkatan dari Severe Acute Respiratory Syndrome atau sindrom pernapasan akut berat.
“Disebabkan oleh SARS-CoV-1 yang masih bersepupu dengan SARS-CoV-2 (penyebab Covid-19). Sama-sama virus Corona,” tulis dr Samuel P. K. Sembiring, seorang dokter dan edukator kesehatan pada akun Instagramnya, Senin (27/9/2021).
Penyakit SARS ini pertama kali muncul pada akhir 2002 di Guangdong, China, diidentifikasi awal tahun 2003 dan berakhir pada pertengahan tahun 2004.
Penyakit SARS ini seolah-olah hilang begitu saja, tanpa vaksin. Mengapa bisa demikian? Apa resep rahasianya? Lalu apakah Covid-19 bisa hilang dengan cara yang sama?
Sebenarnya, dr Sam menjelaskan, vaksin untuk SARS dulunya sudah pernah sempat dimulai. Uji vaksin sudah sampai pada uji klinis fase pertama. Namun, wabah SARS sudah berakhir, sehingga penelitian tidak dilanjutkan.
Ada beberapa alasan mengapa wabah SARS bisa dieliminasi.
SARS memiliki gejala yang relatif lebih berat, dengan masa inkubasi 2 hingga 7 hari. Angka kematian juga lebih tinggi dibanding Covid-19.
“Wajar bila orang-orang yang berada di daerah dengan jumlah kasus SARS yang tinggi, cukup patuh menggunakan masker,” kata dr Sam.
Saat itu, tidak ada istilah OTG atau orang tanpa gejala. Berbeda dengan penyakit Covid-19 yang bisa saja tanpa gejala.
Setiap orang yang terinfeksi SARS diisolasi dengan ketat, sehingga penularan SARS sangat dapat dikendalikan. Sementara itu, masyarakat tetap menggunakan masker sebagai protokol kesehatannya.
“Sebaliknya, di saat wabah sekarang, OTG banyak berkeliaran. Pasien-pasien Covid-19 yang diminta isolasi di rumah, tidak benar-benar mengisolasikan diri,” ungkapnya.
Karena bergejala, SARS mudah dikenali. Umumnya, pasien SARS menunjukkan gejala sekitar 2 hingga 3 hari atau paling lama 7 hari setelah terpapar. Saat itu, skrining gejala mudah dilakukan. Setiap pasien yang mengalami gejala SARS atau dicurigai SARS segera diisolasi dan dilakukan penelusuran kontaknya.
Sayangnya, dr Sam mengatakan, cara ini sulit diterapkan sekarang. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melakukan pelacakan atau tracing dengan tes swab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Antam mencatat penjualan emas 25.217 kg senilai Rp68,41 triliun hingga September 2026. Laba perusahaan tumbuh 46% menjadi Rp9,66 triliun.
Yamaha menarik tim Monster Energy dan Prima Pramac dari MotoGP Qatar 2026 akibat situasi Timur Tengah. Empat pembalap dipastikan absen.
Penundaan cukai MBDK dinilai merugikan penerimaan negara dan upaya menekan konsumsi gula. Pemerintah menargetkan Rp1,7 triliun pada 2027.
Garudayaksa FC mengalahkan PSS Sleman 3-1 pada pekan ke-8 Super League. Brian Rubio mencetak dua gol, sedangkan Kevin Gomez mendapat kartu merah.
Magelang Ethno Carnival 2026 diikuti 40 kontingen dan menjadi puncak Magelang Flower Festival dengan transaksi Rp250 juta-Rp300 juta per hari.
Sejumlah konglomerat Indonesia berinvestasi di klub sepak bola, mulai dari Como 1907, Oxford United, US Lecce, hingga Persib Bandung.