Peminat Magang Nasional Membeludak, 300.000 Berebut 50.000 Kuota
Pendaftar Magang Nasional 2026 Tahap 1 mencapai 300 ribu orang untuk memperebutkan 50 ribu posisi magang yang disediakan pemerintah.
Ilustrasi penggunaan internet
Harianjogja.com, SOLO - Badai Matahari Ekstrem yang tengah dibicarakan akhir-akhir ini ternyata bisa memicu adanya kiamat internet.
Kiamat internet merupakan kejadian terputusnya koneksi internet dalam waktu yang lama di sejumlah negara di dunia.
Jika kejadian tersebut terjadi, maka dampak yang timbulkan pastilah sangat berbahaya.
Seorang asisten profesor di Universitas California, Sanggetha Abdu Jyothi mengatakan, kiamat internet tak akan mampu membuat semua orang siap. Terlebih jika hal itu terjadi di tengah pandemi Covid-19.
Meski menyinggung soal terputusnya jaringan internet secara massal, namun ia juga menggambarkan kondisi lain yang positif.
Koneksi internet lokal dan regional cenderung tidak mudah rusak karena kabel serat optik itu sendiri tidak terpengaruh oleh arus yang diinduksi secara geomagnetik.
Namun, beda halnya dengan kabel internet bawah laut yang menghubungkan antar benua.
Kabel tersebut rentan terhadap arus geomagnetik. Kabel yang di lengkapi dengan repeater untuk meningkatkan sinyal optik, yang berjarak sekitar 30 hingga 90 mil (50 hingga 150 kilometer) akan membuat seluruh benua terputus antara satu sama lain apabila terjadi cukup banyak kabel yang gagal di wilayah tertentu, yaitu negara-negara yang berada di garis lintang tinggi, seperti AS dan Inggris.
Jika terjadi badai geomagnetik yang dahsyat, negara-negara dengan garis lintang tinggi itulah yang kemungkinan besar akan terputus dari jaringan terlebih dahulu.
Sementara itu, jutaan orang bisa kehilangan mata pencaharian.
"Dampak ekonomi dari gangguan Internet selama sehari di AS diperkirakan lebih dari $7 miliar," tulis Abdu Jyothi dalam makalahnya.
Dalam makalah yang ditulisnya, Jyothi mengatakan bahwa infrastruktur yang ada masih belum siap menghadapi badai matahari dalam skala yang besar.
Matahari selalu menghujani Bumi dengan kabut partikel magnet yang biasa dikenal sebagai angin matahari.
Perisai magnet yang ada di Bumi sebagian besar menghalangi angin matahari ini untuk membuat kerusakan pada Bumi ataupun penghuninya.
Tetapi, terkadang di setiap abad atau lebih angin tersebut meningkat menjadi badai matahari yang besar.
Hal itulah yang menyebabkan terjadinya kiamat internet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pendaftar Magang Nasional 2026 Tahap 1 mencapai 300 ribu orang untuk memperebutkan 50 ribu posisi magang yang disediakan pemerintah.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.
Cek jadwal terbaru KRL Jogja-Solo hari ini, Rabu 29 Juli 2026. Keberangkatan dari Stasiun Tugu hingga Palur mulai pagi hingga malam.