Mentan: Gudang Beras Penuh, Saat Ini Capai 4,5 Juta Ton
Stok beras nasional capai 4,5 juta ton, pemerintah targetkan tembus 5 juta ton meski ada ancaman El Nino.
Ilustrasi - Virus Corona makro dan varian MU (VOI),B.1.621,B.1.617.1,C.37.Covid-19 Delta plus, varian MU. Virus SARS-CoV-2 bermutasi./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Munculnya varian baru virus Corona yaitu varian Mu yang telah menyebar di beberapa negara menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat.
Ketua Satgas Covid-19 IDI Profesor Zubairi Djoerban mengatakan hingga saat ini varin baru virus Corona yaitu varian Mu belum terbukti mengkhawatirkan
"Sampai kini varian Mu belum terbukti mengkhawatirkan dan prevalensinya hanya 0,1 persen dari kasus dunia," kata Zubairi dikutip dari akun Twitternya @ProfesorZubairi, Jumat (10/9/2021).
Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa belum juga terkonfirmasi mengenai potensinya untuk bertransmisi lebih cepat atau mengurangi efisiensi vaksin.
Meskipun demikian, dia mengingatkan masyarakat Indonesia untuk tetap waspada, namun tidak perlu panik ataupun khawatir.
"Jadi, jangan panik, tapi harus tetap memantau Mu dengan cermat," ujarnya.
BACA JUGA: Kemenkes: Pelancong dari Arab Saudi dan Malaysia Paling Banyak Bawa Covid-19 ke RI
Varian Mu sendiri telah terdaftar sebagai “varian yang diminati” pada 30 Agustus, dan kini dipantau oleh WHO. Strain berbagi mutasi dengan varian yang menjadi perhatian, termasuk varian Delta yang saat ini mendominasi di Inggris dan Amerika Serikat. Namun, belum diketahui apakah Mu akan mampu menghindari perlindungan vaksin virus Corona.
Sampai kini varian Mu belum terbukti mengkhawatirkan dan prevalensinya hanya 0,1 persen dari kasus dunia. Belum jua terkonfirmasi mengenai potensinya untuk bertransmisi lebih cepat atau mengurangi efisiensi vaksin. Jadi, jangan panik, tapi harus tetap memantau Mu dengan cermat.
— Zubairi Djoerban (@ProfesorZubairi) September 10, 2021
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya mengantisipasi penyebaran virus Corona varian Mu dan beberapa varian lainnya yang berpotensi menyebar ke Indonesia.
Salah satu langkah yang dilakukan untuk mencegah masuknya varian baru Covid-19 ialah melalui pengetatan kebijakan karantina dan testing bagi pelancong dari luar negeri.
"Pemerintah juga berupaya mencegah masuknya varian baru dari luar negeri melalui pengetatan kebijakan karantina internasional, entry dan exit testing serta persyaratan vaksinasi," kata Nadia dalam konferensi pers, Rabu (8/9/2021).
Lebih lanjut, dia menyatakan pemerintah juga terus berkonsultasi dengan Badan Kesehatan Dunia, WHO guna memperbaharui informasi terkait varian MU atau B.1.621yang diduga kebal dengan vaksinasi.
“Juga varian Mu yang saat ini menyebar di 46 negara. Kami terus berkoordinasi di tiap pintu masuk negara untuk menyusun kebijakan mengantisipasi varian yang dikatakan memiliki kekebalan efek terhadap vaksinasi,” ujar Nadia.
Selain itu, lanjut Nadia, Kemenkes dan lembaga terkait selalu melakukan pemantauan dan sekuensi terhadap kasus yang masuk ke Indonesia.
Sampai saat ada 5.835 hasil sekuensi yang telah diteliti dan dilaporkan. Dari total tersebut 2.300 adalah varian Delta yang ditemukan di 33 provinsi di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
MotoGP berencana mengurangi jumlah seri di Eropa dan memperluas balapan ke berbagai negara demi menciptakan kalender yang lebih global.
Di tengah riuh dan ketidakpastian kondisi ekonomi yang dihadapi bersama, sebuah momen menyentuh terjadi di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta.
OpenAI diproyeksi meraih pendapatan Rp713 triliun pada 2026. Pertumbuhan terbesar datang dari pelanggan korporasi dan bisnis iklan AI.
Megawati Soekarnoputri memimpin upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP dan mengajak peserta mendoakan korban gempa di NTT.
Rekomendasi 8 film kemerdekaan Indonesia yang wajib ditonton saat 17 Agustus, dari Merah Putih hingga Bumi Manusia, penuh nilai perjuangan dan nasionalisme.