Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Covid-19 Varian Delta. /LIPI
Harianjogja.com, JAKARTA – Pimpinan Teknis Covid-19 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Maria Van Kerkhove mengingatkan varian Delta bukalah yang terakhir. Varian Delta juga dapat menginfeksi tiap individu lebih mudah dan menular dibanding varian lain.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh WHO di akun Twitter @WHO pada Selasa (27/7/2021), Maria mengatakan pihaknya masih mencoba untuk lebih memahami mengapa Covid-19 varian Delta lebih menular.
“Kami belum memiliki gambaran lengkapnya. Kita tahu bahwa beberapa mutasi yang diidentifikasi dalam varian ini, misalnya, akan membuat virus lebih mudah menempel pada sel, dan itu menginfeksi orang dengan lebih mudah,” kata Maria seperti dikutip Senin (19/7/2021).
Meskipun varian Delta lebih menular, dia mengatakan tidak terjadi peningkatan rumah sakit, keparahan, dan kematian akibat varian asal India ini.
“Artinya jumlah orang yang terinfeksi Delta tidak lebih sering mati dibandingkan varian lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, Maria mengkhawatirkan pada perubahan virus akan terus berubah dan membuat virus tersebut semakin menjadi lebih parah.
“Yang kita khawatirkan adalah perubahannya. Sejauh ini diagnostik kami berfungsi, kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial berhasil,”
Maria mengungkapkan pembatasan sosial harus diperketat untuk waktu yang lebih lama. Namun, pembatasan ini bukan diharuskan untuk melakukan lockdown.
Di sisi lain, Maria mengatakan bahwa vaksin yang ada juga efektif terhadap varian Delta dalam mengurangi keparahan dan angka kematian.
“Varian Delta bukan menjadi varian terakhir. Ini tidak bermaksud untuk menakut-nakuti, itu hanya dimaksudkan untuk mengatakan ada banyak yang bisa kita lakukan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dia mengingatkan agar masyarakat harus mempunyai peralatan yang membuat diri tetap aman karena semua intervensi yang berbeda akan menambah lapisan perlindungan.
The #COVID19 virus continues to change and the Delta variant is more transmissible compared to the other virus strains. Listen to Dr @mvankerkhove share what is known so far about the delta variant and how we can keep ourselves safe ? pic.twitter.com/NFCMlo18W8
— World Health Organization (WHO) (@WHO) July 26, 2021
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Andrea Dovizioso menilai Marc Marquez belum tampil segarang musim-musim sebelumnya karena masih beradaptasi usai cedera di MotoGP 2026.
Kemensos menyalurkan bantuan Rp4,52 miliar untuk korban gempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 38 orang meninggal dan sekitar 2.000 warga terdampak.
Bayam, asparagus hingga jamur mengandung purin yang perlu dibatasi penderita asam urat. Simak daftar lengkap dan tips mengonsumsinya.
Komisi Eropa menyetujui penjualan 51% saham Everlence milik Volkswagen kepada Bain Capital dalam transaksi senilai €7,4 miliar
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta,