Bripka E Pengasuh Ponpes di Wonogiri Ditahan Kasus Kekerasan Seksual
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Ilustrasi/JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Virus Covid-19 varian Delta Plus telah diidentifikasi di lebih dari 10 negara di dunia. Baru-baru ini, varian Delta Plus telah terdeteksi di Indonesia. Varian baru ini dimungkinkan memiliki kemampuan yang meningkat untuk menularkan virus Corona.
Pemerintah dan pakar kesehatan terus mempertimbangkan strategi untuk penanganan penyebaran virus. Diketahui saat ini telah ada 11 varian virus SARS-CoV-2 yang dipantau oleh World Health Organization (WHO).
Konsorsium SARS-CoV-2 pada Genomics (INSACOG) terus mengikuti evolusi dari varian Delta Plus. Mereka juga mencantumkan kekhawatiran mengenai ini. Berikut fakta-fakta Covid-19 varian Delta Plus yang perlu Anda ketahui:
1. Variant of Concern
Melansir dari medicalnewstoday.com, Public Health England (PHE) pertama kali menyatakan bahwa varian Delta Plus atau dikenal B.1.617.2.1 sebagai “Variant of Concern” pada 11 Juni dan 22 Juni 2021. Varian Delta Plus merupakan keturunan dari varian Delta yang perbedaannya terletak pada mutasi K417N.
Mutasi ini juga ditemukan pada varian Beta dan Gamma yang pertama kali diidentifikasi oleh peneliti di Afrika Selatan dan Brazil. Dikarenakan mutasi juga ditemukan di varian lain, kemungkinan tidak menjadi kekhawatiran baru.
2. Peningkatan Transmisibilitas
Ikatan varian Delta Plus yang lebih kuat dengan reseptor sel pada paru-paru berpotensi menimbulkan adanya pengurangan respons antibodi monoklonal
2. Efektivitas Vaksin
Banyak vaksin Covid-19 yang menunjukkan bukti dapat mencegah risiko rawat inap dan penyakit parah terhadap varian Delta yang ada sebelumnya.
Vaksin Pfizer dan Oxford-AstraZeneca terbukti efektif dengan efektivitas masing-masing 96 persen dan 92 persen setelah mendapat dosis kedua. Studi tentang vaksin Moderna juga menunjukkan bahwa adanya kemampuan untuk menetralkan varian Delta.
Belum ada data yang cukup tentang efektivitas vaksin terhadap varian Delta Plus untuk saat ini. Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda signifikan dari virus yang menginfeksi orang yang telah menerima vaksinasi. Tidak ada indikator secara langsung yang menunjukkan bahwa varian Delta Plus lebih menular atau berbahaya daripada varian lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Hari Jadi ke-222 Klaten diperingati 28 Juli. Bupati terdahulu menyampaikan doa dan harapan agar Klaten semakin maju dan sejahtera.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.