Didukung Danantara, Armada Citilink Bertambah Jadi 43 Pesawat
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.
Tol Jagorawi saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/7/2021). Menko PMK Muhadjir Effendy mengabarkan PPKM Darurat akan diperpanjang hingga akhir Juli, perpanjangan itu untuk menekan penularan virus Covid-19 dan sudah diputuskan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kabinet Terbatas (Ratas)./Antara-Yulius Satria Wijaya
Harianjogja.com, JAKARTA – Organisasi Angkutan Darat (Organda) mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 tetapi meminta pemerintah memberikan solusi untuk meminimalkan masalah yang akan dihadapi pengusaha transportasi.
Ketua Umum Organda Andre Djokosoetono meyakini keputusan pemerintah dengan adanya kebijakan perpanjangan PPKM Level 4 oleh pemerintah diambil dalam menghadapi situasi darurat. Organda juga sangat mendukung kebijakan pemerintah untuk menekan laju penyebaran Covid-19.
Fokus utama DPP Organda saat ini juga ingin berkontribusi terhadap berkurangnya penyebaran Covid-19 agar segera dapat dimulai pemulihan ekonomi. Namun, dia juga berharap kepada pemerintah menghilangkan dualisme kebijakan antara kebijakan kesehatan dan kebijakan ekonomi agar pelaku usaha jasa tranportasi mendapat kepastian berusaha.
“Pada prinsipnya Organda mendukung keputusan pemerintah jika diperpanjang namun perlu solusi untuk operator yang semakin banyak kendaraannya ditarik kreditur dan perlu dana insentif agar karyawan serta pengemudi dapat hidup,” ujarnya, Rabu (21/7/2021).
Sebelumnya, Andre menilai pengetatan syarat perjalanan bakal menurunkan mobilitas masyarakat yang pada akhirnya menekan arus kas atau cash flow pengusaha perjalanan. Tidak dapat dihindari, dampaknya kepada mobilitas masyarakat juga berarti menurunnya kembali pendapatan usaha, termasuk angkutan di jalan.
Bahkan, lanjutnya, khusus untuk Angkutan Kota dan Provinsi (AKAP) kembali terpuruk akibat berbagai titik penyekatan terus diperluas untuk membatasi mobilitas masyarakat. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah (Jateng) akan melakukan penutupan terhadap 27 pintu keluar tol, mulai 16 Juli 2021 hingga 22 Juli 2021.
“Menyikapi berbagai masalah di atas DPP Organda mengingatkan kembali soal realisasi bantuan dan insentif bagi dunia usaha yang pernah dijanjikan pemerintah lewat Menko Perekonomian beberapa waktu lalu dengan harapan pengusaha transportasi mendapat pinjaman baru [refinancing] dengan bunga murah setelah kebijakan relaksasi cicilan utang berakhir,” ujarnya melalui siaran pers dikutip, Selasa (20/7/2021).
Bila janji tersebut tidak segera direalisasikan, dia memastikan sebagian besar operator transportasi bakal sulit bertahan. Bahkan sebelum PPKM Darurat saja, okupansi baru mencapai 60 persen dari normal, apalagi bila diberlakukan pengetatan seperti saat ini.
Hingga kini, DPP Organda mencatat belum ada insentif langsung yang diberikan kepada industri transportasi. Dalam hal ini, meminta pemerintah segera memberikan kompensasi kepada pekerja angkutan darat yang terdampak PPKM dan kebijakan larangan mudik beberapa bulan lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.
Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan 73 akun ke Bareskrim Polri terkait video AI deepfake yang menarasikan warung desa akan ditutup.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.