Berbahaya! Emak-Emak Naik Motor Melawan Arah di Jalan Raya Jogja-Solo
Kejadian pengendara motor salah jalur di jalan raya Jogja-Solo kembali berulang. Kali ini pelakunya seorang emak-emak yang mengendarai motor bebek.
Ilustrasi kematian/Pixabay
Harianjogja.com, KLATEN—Sedikitnya 12 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klaten meninggal dunia karena virus corona di tengah pandemi Covid-19. Belasan ASN tersebut memiliki penyakit penyerta.
Bupati Klaten Sri Mulyani memberikan santunan kepada tiga perwakilan ahli waris ASN di pendapa Pemkab Klaten, Senin (19/7/2021). Masing-masing ASN yang meninggal dunia karena virus Corona belum lama ini, yakni seorang bidan, Erawati; Pelaksana Tugas (PLt) Sekretaris Kecamatan Wedi, Hardoko; dan Dwi Susilowati.
Seorang keluarga mendiang Hardoko tak kuasa menahan tangis saat menerima santunan dari Sri Mulyani. Sejauh ini, jumlah ASN di lingkungan Pemkab Klaten mencapai 9.000-an orang. Jumlah tersebut terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Selain terdapat ASN yang meninggal dunia, juga disebabkan ASN yang sudah memasuki masa pensiun.
"Saya serahkan santunan ke ahli waris di sini. Saya turut berduka cita. Ini wujud tresno kami dan rasa bangga ke ASN atas pengabdian selama ini," kata Sri Mulyani, di pendapa Pemkab Klaten, Senin (19/7/2021).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Klaten sekaligus Tim Ahli Satgas PP Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan jumlah ASN di lingkungan Pemkab Klaten yang meninggal dunia karena virus Corona telah mencapai 12 orang.
"Yang meninggal dunia karena komorbid semuanya," katanya.
Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan Jumlah kumulatif Covid-19 di Klaten hingga, Minggu (18/7/2021) telah mencapai 24.164 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 4.899 orang menjalani perawatan/isolasi mandiri. Sebanyak 17.752 orang dinyatakan sembuh.
"Sebanyak 1.513 orang telah meninggal dunia," katanya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasitrantib) Kecamatan Wedi, Untung Agil, mengatakan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Wedi, Hardoko yang meninggal dunia karena terpapar virus corona, Minggu (4/7/2021) malam.
"Minggu (4/7/2021) malam atau sekitar pukul 20.00 WIB itu saya memperoleh kabar kalau Pak Hardoko meninggal dunia. Awalnya diketahui karena jantung dan asam urat. Setelah dilihat hasil swab, ternyata positif Covid-19," kata Kasitrantib Kecamatan Wedi, Untung Agil, kepada JIBI, Senin (5/7/2021).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Kejadian pengendara motor salah jalur di jalan raya Jogja-Solo kembali berulang. Kali ini pelakunya seorang emak-emak yang mengendarai motor bebek.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.
Liverpool keluar dari empat besar Liga Inggris 2025/2026 usai kalah dari Aston Villa, sementara Manchester United pastikan posisi ketiga.