Elon Musk Berubah Pikiran, Karyawan Tesla Batal di-PHK
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Musk hendak memangkas sekitar 10 persen karyawan karena adanya firasat buruk terhadap prospek ekonomi.
Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan 2.500 dosis obat ivermectin sebagai obat terapi untuk penderita penyakit virus Corona guna dibagikan kepada masyarakat yang tersebar di tiga kecamatan, Senin (7/6/2021)./Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif
Harianjogja.com, JAKARTA - Sejumlah pejabat pemerintah mempromosikan Ivermectin sebagai salah satu obat untuk teraoi Covid-19. Namun, langkah itu mendapat respons negatif dari epidemiolog.
Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono yang mengatakan pemakaian Ivermectin harus melalui hasil uji klinis. Dia pun meminta pemerintah agar menindak praktik penjualan obat keras.
“Tegas dan jelas. Ivermectin hanya boleh dipakai dalam uji klinik. Jangan dipromosikan, jangan diresepkan, jangan konsumsi obat yg belum terbukti bermanfaat & aman. Jangan selebriti promosikan pengobatan sendiri & klaim obat tsb bermanfaat. Mari kita edukasi masyarakat,” tulisnya pada Jumat (2/7/2021).
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan persetujuan uji klinis terhadap obat Ivermectin sebagai terapi Covid-19.
Bahkan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa Indonesia telah siap memproduksi jutaan butir obat Ivermectin bila sudah terbukti baik untuk digunakan.
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko juga ikut mempromosikan penggunaan Ivermectin untuk melawan virus corona, seperti diungkapkan dalam konferensi pers pada Senin lalu.
Perlu diketahui, Ivermectin merupakan obat yang dapat membunuh larva cacing yang juga bisa digunakan untuk sakit skabies atau kudis. Tak terkecuali, obat ini juga digunakan untuk hewan. Ivermectin hanya tersedia dengan resep dokter.
Namun, sejumlah e-commerce seperti Bukalapak dan Blibli menjual obat ini dengan berbagai merek dagang yang harganya berkisar dari Rp400.000 - Rp800.000 per box.
Wanti-wanti agar tak sembarang menggunakan Ivermectin telah disampaikan oleh WHO pada Maret lalu.
“Bukti saat ini tentang penggunaan Ivermectin untuk mengobati pasien COVID-19 tidak dapat disimpulkan. Sampai lebih banyak data tersedia, WHO merekomendasikan bahwa obat tersebut hanya digunakan dalam uji klinis,” seperti dikutip dari situs resminya.
Pernyataan tersebut diikuti dengan hasil penelitian dari ahli internasional yang independen yang melibatkan 2.407 data.
Hasilnya menunjukkan bahwa obat tersebut memperlihatkan “kepastian yang sangat rendah” jika dikaitkan dengan mengurangi risiko kematian, kebutuhan ventilasi mekanis, kebutuhan masuk rumah sakit dan waktu untuk perbaikan klinis pada pasien Covid-19 karena keterbatasan metodologis dari data percobaan yang tersedia.
Principle, sebuah platform riset gabungan dari University of Oxford, tengah melakukan penelitian tentang pengobatan untuk pasien Covid-19 dengan gejala berat agar mempercepat penyembuhan, menurunkan gejala berat, dan menghindari rawat inap. Studi ini melibatkan 5.000 sukarelawan di Inggris.
Dengan sifat antivirus yang diketahui, Ivermectin telah terbukti mengurangi replikasi SARS-CoV-2 dalam penelitian laboratorium.
“Studi percontohan kecil menunjukkan bahwa pemberian awal dengan ivermectin dapat mengurangi viral load dan durasi gejala pada beberapa pasien dengan Covid-19 ringan,” seperti dikutip dari situsnya.
Namun, hanya ada sedikit bukti dari uji coba terkontrol secara acak berskala besar yang menunjukkan bahwa ivermectin dapat mempercepat pemulihan penyakit atau mengurangi rawat inap di rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Musk hendak memangkas sekitar 10 persen karyawan karena adanya firasat buruk terhadap prospek ekonomi.
Persib Bandung wajib meraih kemenangan atas PSM Makassar demi menjaga peluang juara Super League 2025/2026.
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.