Ini Regulasi yang Hambat Investasi Energi Terbarukan
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta para elite politik menghentikan sementara isu Presiden tiga periode di tengah melonjaknya kasus Covid-19.
Dia menerangkan di tengah kondisi darurat, lebih bijaksana apabila para elite menghentikan kegaduhan tentang isu presiden tiga periode.
"Hentikan isu itu dan biarlah menjadi bagian dari wacana sesaat. Sebaliknya, alangkah elok bila dihentikan demi mencegah kedaruratan," kata Haedar dalam keterangan resmi, Senin (28/7/2021).
Dia meminta para elite agar sebaiknya lebih memperhatikan nasib rakyat kecil yang menanggung beban berat akibat pandemi maupun oleh kondisi kehidupan kebangsaan yang sarat beban.
"Rakyat kecil itu hanya untuk mempertahankan diri, bisa bekerja serabutan, dan mencari sesuap nasi saja betapa susah dan sangat tidak mudah. Mereka serba terbatas dalam segala hal, sehingga pandemi ini makin menambah beban hidup bagi saudara-saudara kita yang rakyat kebanyakan itu," ujarnya.
Dia menduga para elite yang berdebat soal isu tersebut tidak terganggu dengan pandemi Covid-19. Mereka, imbuhnya, hanya mencari nilai tambah dengan memproduksi isu kontroversial.
"Namun bagaimana dengan tanggung jawab etik dan sosial di tengah bangsa yang tengah menghadapi musibah besar? Di sinilah kearifan para elite sangat diharapkan," tuturnya.
BACA JUGA: Buntut Rewang Hajatan di Bantul, 70 Warga Positif Corona
Meski tidak melarang penyampaian pendapat, menurutnya masih terdapat aspek moral, etika dan tanggung jawab untuk menegakkan keadilan, hingga keutuhan Indonesia di luar koridor demokrasi.
Selain itu kontroversi isu atas nama demokrasi juga harus diperhitungkan dampaknya bagi masyarakat.
Sementara itu, kasus Covid-19 di Tanah Air melonjak tajam dua pekan terakhir. Sejak dua hari terakhir, kasus harian bertambah 20.000 lebih. Kenaikan ini diduga akibat makin meluasnya varian Delta Covid-19 di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.