Jelang Pilkades, Kades di Magelang Diminta Transparan Kelola Dana Desa
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Covid-19 di Ibu Kota, DKI Jakarta terus meningkat. Pada Selasa (16/5/2021) kemarin, bertambah sebanyak 1.502 pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebutkan bahwa terdapat varian baru mutasi SARS-CoV-2 atau Covid-19 muncul di Jakarta, yaitu Alpha, Beta, dan Delta. Lantas, apa perbedaan varian Covid-19 Alpha, Beta, Delta yang muncul di Jakarta tersebut?
Ketiga jenis varian baru virus corona awalnya muncul di negara yang berbeda-beda, di mana setiap varian memberikan dampak dan gejala yang tidak sama pula ke pasien. Berikut ini adalah perbedaannya.
Varian Alpha
Varian Alpha pertama kali ditemukan di Inggris dengan nama B.1.1.7. Melansir Suara.com--jaringan harianjogja.com yang disadur dari laman New York Times, penemuan varian Alpha terjadi pada Desember 2020, bersamaan dengan peningkatan kasus di negara tersebut. Infeksinya menyebar dengan cepat, dan pada April 2021, varian ini dominan ada di Amerika Serikat. Para peneliti masih menyelidiki apa penyebab jenis Alpha dengan cepat dapat menyebar ke negara lain. Dugaan sementara adalah karena virusnya mampu menonaktifkan pertahanan pertama kekebalan tubuh manusia sehingga varian tersebut lebih banyak waktu berkembang biak.
Varian Beta
Varian Beta muncul pertama kali di Afrika Selatan pada Oktober 2020, dan masuk ke Indonesia pada awal Mei lalu di Bali. Nama ilmiahnya adalah B.1.351, dan para peneliti menyebut varian ini lebih banyak menyerang orang usia muda. Varian Beta ini menyebabkan gejala yang serius, dengan tingkat penyebaran infeksinya yang tinggi. Gejala yang umum muncul adalah kehilangan indera penciuman atau anosmia, demam, batuk, kelelahan, sesak napas, diare, dan juga ruam kulit.
Varian Delta
Varian Delta pertama kali ditemukan di India dan menyebabkan tsunami Covid-19 di negara tersebut, dengan nama ilmiahnya adalah B.1.617.2. Varian Delta ini penularannya lebih cepat. Virus dapat beradaptasi terhadap antibodi, sehingga tingkat keparahan penyakit lebih tinggi.
Tidak hanya di Jakarta, tapi seluruh masyarakat diimbau untuk terus menjalankan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jaraka. Ditambah lagi, pemerintah akan melaksanakan 3T, yaitu pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment), khususnya di Jakarta yang sedang berada dalam fase genting.
Itulah perbedaan varian Covid-19 Alpha, Beta, Delta yang muncul di Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.