Banjir Terjang Gaza, 70.000 Tenda Pengungsi Palestina Terendam
Hujan deras dan badai di Gaza merendam 70.000 tenda pengungsi Palestina. Ribuan keluarga kehilangan tempat berlindung.
Pencanangan Great Babies Program (Program Bayi Hebat) oleh BKKBN, Senin (14/6/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Penanganan stunting yang angkanya masih tinggi membutuhkan sinergi berbagai pihak baik dari pemerintah maupun kalangan swasta. Perhatian terhadap hari pertama kelahiran menjadi penting untuk mencegah stunting.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan stunting menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi dan perlu diatasi secara serius. Keterlibatan berbagai macam pihak diperlukan untuk mengatasi terjadinya masalah stunting.Saat ini, angka stunting di Indonesia berdasarkan hasil Survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019, prevalensi stunting sebesar 27,67%, dan pemerintah mentargetkan angka stunting di Indonesia turun menjadi 14% pada 2024.
“Pondasi utama kehidupan manusia di masa depan dapat dipengaruhi oleh pengasuhan pada 1.000 hari pertama kelahiran, dimulai sejak awal konsepsi atau selama 270 hari masa kehamilan serta 730 hari setelah lahir hingga anak berusia dua tahun,” kata Hasto dalam rilisnya, Selasa (15/6/2021).
Pada periode tersebut, lanjut Hasto, terjadi perkembangan otak, sistem metabolisme tubuh dan pembentukan sistem kekebalan tubuh yang begitu cepat. Sehingga apabila pada masa itu terlewati dan anak terlanjur stunting akan sangat sulit terkoreksi lagi. Mengingat kompleksitas masalah stunting di Indonesia, dibutuhkan sinergi semua pihak untuk mengatasi stunting.
“Penggalangan kemitraan pentahelix atau tetra helix dilakukan dengan prinsip menerima apapun yang diberikan mitra swasta terkait intervensi stunting, sehingga di posisi ini BKKBN adalah menjadi fasilitator kegiatan,” ujarnya.
Hasto mengatakan stunting harus ditekan dari hulu ke hilir mulai dari program edukasi hingga intervensi gizi untuk mencegah anak gagal tumbuh. Program edukasi menjadi penting agar anak tidak salah gizi dan yang juga harus diperhatikan adalah pola pengasuhan anak yang tepat, dan salah satunya keterlibatan peran ayah dalam pengasuhan.
“Pandemi telah mengakibatkan kegiatan posyandu di banyak daerah terhenti, padahal selama ini Posyandu berperan besar sebagai langkah awal pengawasan gizi anak. Kami berharap kolaborasi dan kerajasama ini menjadi cara alternatif agar gizi dan kesehatan anak di Indonesia tetap terpantau melalui kegiatan posyandu,” ungkapnya.
Great Babies Program (Program Bayi Hebat) diluncurkan melalui kerja sama antara Rotary Club Mataram Yogyakarta (RCMY) dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN, Senin (14/6/2021) di Dukuh Bekelan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Hasto menilai kolaborasi dari swasta seperti bantuan yang diberikan Rotary Club Mataram Yogyakarta sangat bermanfaat. Harapannya tidak berhenti dan bisa meneruskan dukungan bagi Ibu hamil, anak-
“Diharapkan juga mampu menguatkan peran generasi muda atau remaja sebagai calon keluarga, sehingga mampu membekali dirinya dalam upaya membangun keluarga berkualitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan deras dan badai di Gaza merendam 70.000 tenda pengungsi Palestina. Ribuan keluarga kehilangan tempat berlindung.
NASA mengembangkan rover nuklir PROMISE untuk meneliti es dan sumber daya di Kutub Selatan Bulan. Wahana ini ditargetkan mendarat pada 2028.
Program perumahan nasional menghasilkan nilai tambah ekonomi Rp25,3 triliun selama 2015–2025 dan menyerap 100.000 tenaga kerja per tahun.
Veda Ega Pratama finis keempat di Moto3 Qatar 2026 setelah memulai balapan dari posisi ke-14 akibat penalti.
Bali United mengalahkan Persik Kediri 3-0 pada pekan kesembilan Super League 2026/2027. Kemenangan mengantar Serdadu Tridatu ke posisi ketiga.
MJO mulai melemah, tetapi kekeringan di Kulonprogo masih melanda 8 kapanewon. BPBD telah menyalurkan 898 tangki air bersih.