Komet Langka Muncul di 2026, Hanya Sekali Seumur Hidup
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Golongan darah
Harianjogja.com, JAKARTA - Council of Scientific Industrial Research (CSIR), sebuah lembaga penelitian di India, telah melakukan serosurvey di India untuk menentukan golongan darah mana yang lebih rentan terhadap virus corona mematikan.
Analisis pan-India telah mengungkapkan bahwa orang dengan golongan darah \'O\' kurang rentan terhadap COVID-19 dan orang dengan golongan darah \'B\' dan \'AB\' lebih rentan terhadap virus.
Golongan darah \'O\' telah dikaitkan dengan tingkat kepositifan yang rendah, menurut para ahli CSIR, sedangkan \'AB\' menduduki peringkat tertinggi dalam seropositif, diikuti oleh golongan darah \'B\'. Demikian dilansir dari wionews.
Survei ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari 140 dokter yang menilai sampel dari hampir 10.427 orang dewasa dari seluruh negeri, yang menjadi subjek penelitian ini secara sukarela.
Situs India.com juga menuliskan hal yang sama, berdasarkan hasil survei dari CSIR yang baru-baru ini dikeluarkan.
Serosurvey pan-India, yang dilakukan oleh CSIR, mempelajari keberadaan antibodi terhadap SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit coronavirus (COVID-19), dan kemampuan netralisasinya untuk menyimpulkan kemungkinan faktor risiko infeksi.
Survei terbaru menemukan bahwa mereka yang bergolongan darah \'O\' mungkin kurang rentan terhadap infeksi COVID, sedangkan \'B\' dan \'AB\' berisiko lebih tinggi. Ya, Anda membacanya dengan benar. Sementara itu sero-positif tertinggi untuk golongan darah \'AB\', diikuti oleh B. Golongan darah \'O\' ditemukan terkait dengan tingkat kepositifan yang lebih rendah.
Sementara itu, survei juga menunjukkan bahwa meskipun COVID-19 adalah penyakit pernapasan, merokok mungkin menjadi garis pertahanan pertama karena perannya dalam meningkatkan produksi lendir. Namun, harus ada studi mekanistik yang terfokus untuk memahami efek merokok dan nikotin pada infeksi virus corona.
"Merokok diketahui sangat merusak kesehatan dan dikaitkan dengan berbagai penyakit dan pengamatan ini tidak boleh dianggap sebagai dukungan, terutama mengingat bahwa hubungan tersebut tidak terbukti menjadi penyebab," tulis makalah tersebut.
Survei itu juga menyebutkan bahwa makanan vegetarian yang kaya serat mungkin berperan dalam memberikan kekebalan terhadap COVID-19 karena sifat anti-inflamasi dengan modifikasi mikrobiota usus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Presiden Prabowo segera menetapkan Jampidsus definitif setelah usulan nama calon pejabat memasuki tahap akhir pembahasan di TPA.
David Alonso dipastikan naik ke MotoGP bersama Honda mulai musim 2027 setelah menandatangani kontrak berdurasi beberapa tahun dengan HRC.