Polda Sumut Sita 244 Kg Sabu dari Tiga Kasus, 9 Tersangka Ditangkap
Polda Sumut menyita 244 kg sabu dari tiga kasus berbeda di Asahan, Aceh Timur, dan Langkat. Sebanyak sembilan tersangka diamankan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Pembuatan Vaksin Nusantara hendaknya terus dilanjutkan, yang diiringi dengan publikasi ilmiah, baik nasional maupun internasional. Hal tersebut disampaikan oleh ahli kesehatan dr Andreas Harry Lilisantoso, SpS (K) yang juga anggota "International Advance Research" Asosiasi Alzheimer Internasional (AAICAD).
"Perihal Vaksin Nusantara ini, lanjutkan saja terus penelitiannya, dan penuhi kriteria-kriteria riset yang lazim dalam dunia ilmiah, lalu dilengkapi publikasi dalam jurnal nasional maupun internasional," katanya di Jakarta, Sabtu (17/4/2021).
Dengan adanya jurnal ilmiah, baik nasional dan juga internasional, kata dia, maka semua pihak terkait bisa dan terbuka melakukan kajian-kajian. "Sehingga bisa menghindarkan penilaian bahwa itu jangan promosi atau bahkan sekadar komentar-komentar," kata ahli saraf lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) itu.
Menurut Andreas Harry, yang juga sukarelawan yang terlibat dalam membantu menggalang bantuan nutrisi bagi tenaga kesehatan yang menangani COVID-19, bila yang dominan adalah komentar-komentar -- terlebih dari kalangan yang tidak dalam kapasitas mengkaji sesuai keilmuan kesehatan -- yang terkesan minta pengakuan atas efektivitas vaksin, maka lebih banyak pada kondisi kontraproduktif.
Selain itu, terkait polemik Vaksin Nusantara -- yang ditemukan oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan tim -- ia juga tidak setuju jika ada pendapat bahwa satu institusi yang berwenang, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), akan menghambat suatu penelitian yang bagus.
Ia menyebut bahwa pasti ada kesalahan prosedur atau ada yang menyimpang secara prosedur atas kaidah-kaidah penelitian sehingga kemudian disampaikan oleh BPOM terkait Vaksin Nusantara itu.
Baca juga: Vaksin Nusantara Tak Kantongi Izin & Dianggap Langgar Kaidah Penelitian
Atas polemik yang ada, ia menyarankan bisa dilakukan dialog dan komunikasi antarpihak terkait sehingga dapat dicapai pemahaman bersama, guna mengetahui sekaligus memperbaiki apa-apa saja yang dirasa perlu dilengkapi dan disempurnakan.
Ia berharap Terawan Agus Putranto yang disebutnya sejawatnya sesama alumni FK Unair -- di mana Terawan adalah lulusan S-2 Spesialisasi Radiologi, FK Unair, Surabaya (2004) -- berhasil dalam penemuan vaksin yang sungguh-sungguh ilmiah.
"Harapannya, beliau terus melanjutkan penelitian Vaksin Nusantara itu dengan standar-standar ilmiah yang bisa dikaji oleh pihak terkait," kata Andreas Harry.
Indonesia sendiri, dalam pengadaan vaksin anti-Covid-19 juga sedang dalam proses membuat Vaksin Merah Putih. Guna mempercepat penanganan Covid-19 di Indonesia, pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tanggal 3 September 2020 telah membentuk Tim Pengembangan Vaksin Covid-19.
Tim itu bertugas mengembangkan vaksin Covid-19 produksi dalam negeri yang diberi nama Vaksin Merah Putih. Vaksin dalam negeri bertujuan untuk menciptakan kemandirian pemenuhan kebutuhan vaksin Covid-19 ke depannya.
Riset Vaksin Merah Putih dilakukan oleh enam lembaga dalam negeri, yakni Lembaga Eijikman, LIPI, UI, UGM, ITB dan Unair. Sementara untuk uji klinis, produksi dan pendistribusian diserahkan kepada perusahaan BUMN PT Bio Farma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polda Sumut menyita 244 kg sabu dari tiga kasus berbeda di Asahan, Aceh Timur, dan Langkat. Sebanyak sembilan tersangka diamankan.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.
Sofyan/Akbar meraih perak voli pantai Asian Games 2026. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 10 perak, 23 perunggu.