Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Foto ilustrasi: Gerebek getuk di Alun-Alun Kota Magelang. /Antarafoto
Harianjogja.com, MAGELANG - Perayaan hari jadi ke-1115 Kota Magelang tahun 2021 hanya akan digelar secara sederhana mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir. Ini merupakan perayaan kedua kalinya di masa pandemi. Pada 2020, Pemkot juga menggelar secara sederhana.
Tradisi Grebeg Getuk yang biasanya menjadi ikon hari jadi Kota Magelang pun dipastikan bersamaan tidak digelar.
Wali Kota Magelang dr H. Muchamad Nur Aziz mengatakan hanya akan ada tiga acara saja pada Hari Jadi ke-1115, yakni syakuran dan doa bersama, wayang kulit secara daring, dan sebuah acara virtual yang digagas kalangan milenial di Kota Magelang.
Baca juga: Pembatasan Aktivitas Masyarakat di Jogja Berpotensi Dilonggarkan
“Grebeg getuk tidak (diadakan) karena kita masih zona kuning. Mungkin tahun 2022 ya, kalau zona kita sudah hijau atau pandemi sudah berakhir,” kata dr Aziz, usai kegiatan Musrenbang di Pendopo Pengabdian, Senin (29/3/2021).
Terkait kegiatan yang melibatkan milenial, dr. Aziz mengaku masih melakukan diskusi. dr. Aziz memastikan kegiatan yang tidak mengundang kerumunan.
“Ini saya baru diskusi soal keterlibatan kalangan milenial, mau acara apa, yang jelas biar tidak mengundang kerumunan. Kami ingin kaum milenial tetap bisa kreatif di tengah pandemi Covid-19,” tuturnya.
Baca juga: Petani Kembangkan Budi Daya Garam untuk Spa Kecantikan
Ia menjelaskan, meski digelar dengan penuh keterbatasan dan kesederhanaan, perayaan hari jadi diyakini tak akan menurunkan makna dan semangat warga Kota Magelang. dr. Aziz meminta semua organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat bergotong-royong untuk mengangkat derajat kesejahteraan seluruh warga.
“Saya harap gelora dan semangat hari jadi ini bisa mengena sampai ke hati OPD, pejabat, ASN, dan seluruh masyarakat. Kita ingin mewujudkan visi dan misi diantaranya yang paling krusial adalah pengentasan angka kemiskinan,” jelasnya.
dr. Aziz memaparkan saat ini ada sekitar 9.270 warga Kota Magelang yang berada di bawah garis kemiskinan. Upaya menurunkan itu, kata dia, menjadi tanggung jawab semua pihak.
“Saya harap di momen hari jadi ini, menjadi awal dari misi kami, masalah kemiskinan bisa teratasi, pendidikan semakin baik, dan perekonomian lebih membaik lagi,” tandasnya.
Menurut dr. Aziz, strategi awal yang dibutuhkan untuk mengentaskan kemiskinan adalah keabsahan dan kevalidan data. Ia pun menginginkan agar Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) berkolaborasi untuk membuat data angka kemiskinan diperbarui setiap bulannya.
“Kebijakan itu mendasari pada data-data yang ada. Untuk itu saya minta supaya data-data diperbaharui tidak hanya setahun sekali, apalagi sampai lima tahun, tapi sebulan sekali. Karena ekonomi masyarakat itu sangat dinamis, sehingga jangan terlalu lama data-data ini dijadikan acuan. Harus yang terbaru dan terupdate,” imbuhnya.
dr. Aziz optimistis, masalah kemiskinan bisa terkurangi di awal ia menjabat. Terlebih ia menilai semangat pejabat OPD dan ASN sangat tinggi di Kota Magelang. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Mesir lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026 usai imbang 1-1 lawan Iran. Gol Iran dianulir VAR di injury time.
PKB Sleman menggelar santunan anak yatim dan doa Asyura pada Muharam sebagai wujud kepedulian sosial serta memperkuat semangat berbagi kepada masyarakat.
Vivo X Fold 6 resmi rilis dengan kamera 200MP, baterai 7000 mAh, dan chip MediaTek. Ini spesifikasi lengkap dan harganya.
Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah selatan Jawa tepatnya Pacitan Jawa Timur pada Sabtu, 27 Juni 2026 sore.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,6 terasa hingga DIY. Warga Banguntapan Bantul berhamburan keluar rumah, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada.