Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Kembali Normal, ASDP Tambah Armada
Layanan Ketapang-Gilimanuk kembali normal setelah sempat tertunda. ASDP mengoptimalkan kapal dan menambah armada untuk mengurai antrean.
Sejumlah ambulans berisi pasien terinfeksi Covid-19 mengantre di depan Rumah Sakit Santa Maria, tempat para pasien tersebut dipindahkan dari -rumah rumah sakit lain akibat tak berfungsinya pasokan oksigen di tengah pandemi virus corona, di Lisbon, Portugal, Selasa (26/1/2021)./Antara-Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Penyintas Covid-19 masih rentan untuk tertular varian virus Corona P.1 yang disebut sangat menular dan pertama kali muncul di Brasil.
Hal itu menjadi fakta yang muncul dalam riset yang dilakukan Imperial College London. Menurut para peneliti lembaga tersebut, Selasa (2/3/2021), varian P.1 itu saat ini telah ditemukan di sedikitnya 20 negara dapat menginfeksi lagi pasien yang telah sembuh.
Dalam riset terungkap bahwa kemunculan virus mutan dan penyebarannya berasal dari kota hutan Manaus, Amazon. Para peneliti mengatakan varian itu memiliki gambaran mutasi yang unik dan sangat cepat menjadi varian dominan yang beredar di wilayah tersebut.
"Dari 100 orang di Manaus yang sebelumnya sembuh dari infeksi Covid-19, sekitar 25-61 di antaranya rentan terhadap infeksi ulang P.1," kata Nuno Faria, ahli virus di Imperial College London, yang juga menjadi ketua riset.
Para peneliti memperkirakan bahwa P.1 1,4-2,2 lebih menular dari bentuk awal virus. Namun, Nuno mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apakah kemampuan varian tersebut untuk menyingkirkan imun dari infeksi sebelumnya mengartikan bahwa vaksin juga akan memberikan sedikit perlindungan terhadapnya.
"Tidak ada bukti kesimpulan yang benar-benar menunjukkan bahwa vaksin yang sekarang tidak akan ampuh melawan P.1. Saya rasa [vaksin] setidaknya akan melindungi kami dari penyakit, dan kemungkinan juga dari infeksi," kata Faria.
Para ilmuwan di seluruh dunia mewaspadai bentuk mutasi baru virus Corona yang dapat menyebar lebih mudah, atau lebih kuat menangkis vaksin yang ada.
Riset, yang dilakukan oleh para ilmuwan di universitas Sau Paulo Brasil dan Oxford Inggris, memperlihatkan bahwa varian P.1 kemungkinan muncul di Kota Manaus pada awal November 2020.
Infeksi pertama diidentifikasi pada 6 Desember, sebut Faria. "Kami lantas melihat bagaimana P.1 dengan cepat menyalip garis keturunan lainnya dan kami menemukan bahwa proporsi tumbuh P.1 dari nol hingga 87 persen selama sekitar delapan pekan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara/Reuters
Layanan Ketapang-Gilimanuk kembali normal setelah sempat tertunda. ASDP mengoptimalkan kapal dan menambah armada untuk mengurai antrean.
WJNC 2026 bergeser ke Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan memperpanjang lama tinggal wisatawan.
Belanja pemerintah pusat dalam RAPBN 2027 naik Rp9,1 triliun. Target pajak dan PNBP juga dinaikkan agar defisit tetap 2,4% PDB.
Habiburokhman menilai pemerintahan Prabowo lebih demokratis dan meminta RUU Perampasan Aset mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
Mobil bergetar saat berhenti, melaju, atau mengerem bisa menjadi tanda masalah mesin, ban, roda, transmisi hingga rem.
Satpol PP Bantul akan menertibkan bangunan liar dan semi permanen di sepanjang JJLS yang dinilai melanggar aturan ketertiban umum.