Ini Regulasi yang Hambat Investasi Energi Terbarukan
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menanggapi pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut namanya terkait upaya kudeta partai tersebut.
Moeldoko mengatakan bahwa dirinya tidak mengikuti perkembangan isu tersebut. Jenderal bintang empat ini kembali membantah tudingan atas dugaan keterlibatan dirinya pada upaya kudeta Partai Demokrat.
“Seperti yang tadi saya katakan, saya tidak tahu situasi itu [upaya kudeta],” katanya di Jakarta, Kamis (25/2/2021).
Selama empat pekan terakhir, Moeldoko mengaku sedang berkonsentrasi pada persiapan acara pernikahan putri terakhirnya. Alhasil dia tidak mengikuti perkembangan terkait dugaan kudeta tersebut.
“Dalam tiga minggu terakhir ini saya sibuk mengurus itu [pernikahan putrinya] tiga empat minggu terakhir ini sehingga saya nggak ngerti tuh perkembangan internal seperti itu. Saya pikir sudah selesai,” terangnya.
Sebelumnya, SBY menyebut langsung nama Moeldoko yang diduga sebagai salah satu aktor dalam upaya kudeta Partai Demokrat. Dia menyebut bahwa upaya pengambilalihan kekuasaan partai itu tidak diketahui oleh Presiden Joko Widodo.
Melalui saluran Youtube Partai Demokrat, SBY menyebutkan bahwa secara pribadi dirinya meyakini bahwa Presiden memiliki integritas yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu.
“Secara pribadi saya sangat yakin bahwa yang disebutkan Moeldoko adalah diluar pengetahuan Presiden Jokowi. saya juga yakin bahwa presiden jokowi memiliki integritas yang jauh berbeda dengan prilaku pembantu dekatnya itu,” katanya dikutip Kamis (25/2/2021).
Dia menuturkan bahwa partai bintang mercy itu justru berpanjangan bahwa yang dilakukan Jenderal bintang empat itu sangat menganggu dan merugikan nama baik dirinya sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Permen ESDM No 50/2017 dan perubahannya masih tidak menarik bagi para investor.
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Samsung kembangkan ponsel layar gulung dengan kamera bergerak adaptif yang mengikuti perubahan ukuran layar.
Ketua LPS Anggito Abimanyu soroti paradoks literasi keuangan di era digital dalam JFF 2026 Jogja.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.