Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.933 per Dolar AS, Pasar Tunggu Data AS
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.933 per dolar AS pada Kamis 11 Juni 2026. Pasar menanti data inflasi AS dan penjualan ritel Indonesia.
Ilustrasi - Warga mengarungi banjir di jalan lintas nasional Medan- Banda Aceh tepatnya di Kota Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu (6/12/2020)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Sejumlah wilayah di Indonesia sedang memasuki puncak musim hujan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sudah ada lima gangguan yang terjadi pada sistem transportasi darat akibat bencana alam yang disebabkan curah hujan tinggi pada periode Januari–Februari 2021.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi meminta masyarakat, operator, maupun petugas di lapangan untuk mewaspadai adanya potensi Bencana Alam yang akan berdampak pada terganggunya kelancaran sistem transportasi. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini 95 persen wilayah Indonesia tengah memasuki musim hujan, sedangkan 5 persen wilayah masih mengalami musim kemarau.
“Selama periode Januari–Februari 2021, kami melihat ada beberapa kejadian seperti banjir di jalan nasional Bandung–Garut pada 9 Januari, banjir di Kalimantan Selatan pada Januari kemarin, longsor di ruas jalan nasional Wonogiri–Yogyakarta–Pacitan pada 28 Januari, penutupan jalan nasional Madiun–Surabaya akibat banjir di Jombang 5 Februari, dan yang terbaru amblesnya Tol Cipali,” kata Budi, Kamis (11/2/2021).
Baca juga:Begini Perayaan Imlek di Kelenteng Gondomanan Jogja
Dia menambahkan ada beberapa dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam yang disebabkan oleh curah hujan tinggi, yakni terganggunya sistem logistik nasional, keselamatan serta mobilisasi masyarakat pengguna jalan akan terganggu, serta kerusakan infrastruktur karena kerusakan jalan akibat longsor dan banjir.
Kemenhub akan segera menyampaikan surat kepada para Gubernur, Dirjen Bina Marga, dan Kakorlantas Polri perihal Antisipasi Terhadap Kerawanan Bencana Alam karena kondisi cuaca.
Baca juga: Begini Strategi Pemkot Jogja Jalankan PPKM Mikro
Sementara itu, Pelaksana Harian Deputi Bidang Meteorologi BMKG Eko Prasetyo menyatakan potensi hujan Sedang hingga Lebat dalam seminggu ke depan secara umum dapat terjadi di beberapa wilayah seperti Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
"Provinsi-provinsi yang terdampak banjir dalam status siaga adalah Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Pada wilayah selatan Indonesia berpotensi memiliki tekanan udara yang rendah, sehingga bisa menjadi bibit badai tropis dan angin kencang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sembilan hari jelang liga, kesiapan PSS Sleman mencapai 90%-95%. Pieter Huistra masih menyoroti fisik, taktik, bola mati, dan mental pemain.
Avengers Endgame Encore tayang di Indonesia mulai 25 September 2026 dengan materi tambahan 4 menit serta perubahan visual dan dialog
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan tak langsung datang ke NTT usai gempa M7,7. Ia tak ingin pejabat daerah sibuk menjemput dan fokus warga terganggu.
KPK menggeledah Rektorat Unsoed dan sejumlah rumah tersangka kasus dugaan korupsi PMB jalur Mandiri. Penyidik menyita dokumen dan bukti elektronik.
DPRD) Klaten menggelar rapat paripurna dengan agenda pemungutan dan penghitungan suara calon Wakil Bupati (Wabup) Klaten sisa masa jabatan 2025-2030