Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Bendera Malaysia di pusat bisnis Kuala Lumpur./Bloomberg-Joshua Paul
Harianjogja.com, JAKARTA - Kabinet Pemerintahan Perikatan Nasional Malaysia menyetujui Program Imunisasi Covid-19 Nasional yang dimulai pada akhir bulan ini. Program itu akan melibatkan warga negara asing (WNA) yang tinggal di Malaysia. Mereka bakal mendapat vaksin Covid-19 secara gratis.
"Kabinet Menteri yang bertemu kemarin setuju kalau Program Imunisasi Covid-19 Nasional melibatkan nonwarga negara yang tinggal di Malaysia secara gratis," ujar Komite Jaminan Akses Vaksin Malaysia dalam pernyataannya di Putrajaya, Kamis (11/2/2021).
Sejalan dengan tema Program Imunisasi Nasional Covid-19 yaitu "Lindungi Diri Anda, Lindungi Semua" dan melalui pendekatan "tidak ada yang aman, jadi semua orang aman", pemberian vaksin gratis kepada kelompok ini setelah memperhitungkan sejumlah faktor.
Beberapa faktor tersebut adalah lingkungan aman dan bebas Covid-19 hanya mungkin dilakukan dicapai ketika sebanyak mungkin orang Malaysia diberikan vaksin dan pada masa pandemi, vaksinasi adalah langkah yang manusiawi.
Komite juga mencatat sejumlah besar pasien melalui klaster yang ada dari pekerja asing (perkebunan, konstruksi dan produksi), biaya perawatan dan karantina pasien Covid-19 tinggi sebagai akibat infeksi pada klaster pekerja asing.
Kemudian pekerja asing yang telah menjadi bagian dari komunitas-komunitas dan juga berkontribusi pada perekonomian negara serta layanan oleh beberapa negara asing yang juga menyediakan vaksin untuk warga negara Malaysia di negara tersebut.
Keputusan ini akan memudahkan pemberian vaksin bukan warga negara dan membantu menyukseskan Program Imunisasi Covid-19 Nasional.
"Meski begitu, prioritas diberikan vaksin Covid-19 adalah untuk warga negara Malaysia terlebih dahulu. Informasi dan jadwal vaksin untuk warga negara orang asing akan diumumkan nanti," kata pernyataan tersebut.
Keputusan hadiah gratis ini juga dibuat mengingat pasokan pasokan vaksin Covid-19 yang diperoleh Malaysia sudah mencukupi dan melebihi jumlah
warga negara Malaysia yang memenuhi syarat.
"Hal ini juga sejalan dengan sikap pemerintah untuk memvaksin sebanyak mungkin orang di Malaysia agar terbentuk imunitas klaster dalam upaya meredam pandemi Covid-19."
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, Prof Dr Sonny Zulhuda menanggapi keputusan pemerintah ini sangat menenangkan warga negara yang tinggal di Malaysia dan berinteraksi dengan warga lokal di segala aspek kehidupan.
"Di luar pekerjaan mereka, warga asing hidup dan berbagi ruang bersama warga Malaysia di sekitar rumahnya, di tempat ibadah, di pasar dan pusat niaga, di kedai makan, di kendaraan umum dan lain sebagainya," kata Sonny.
Sonny yang juga dosen di IIUM Malaysia ini mengatakan kebijakan akses vaksin gratis untuk semua ini merupakan kebijakan yang tepat, bijak dan sangat manusiawi.
"Tahniah dan terima kasih yang sewajarnya kepada pihak pengambil keputusan di Malaysia," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Empat warga Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, positif antraks. Sebanyak 47 orang masuk risiko terpapar dan dipantau selama 60 hari.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di FP1 MotoGP Jepang 2026, mengungguli Jorge Martin dan Marco Bezzecchi di Sirkuit Motegi.
Sweet Caroline milik Neil Diamond punya sejarah panjang di arena olahraga. Kini lagu ini ikut terdengar dalam perayaan suporter Timnas Indonesia.
Mario Aji finis P24 di FP1 Moto2 Jepang 2026 dengan waktu 1:48,996 detik. Manuel Gonzalez menjadi yang tercepat.
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.