13 Bank Tutup hingga September 2026, Ada dari DIY dan Jawa Tengah
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Ilustrasi vaksin Covid-19./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Orang yang sudah divaksinasi Covid-19 belum tentu langsung kebal terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 tersebut. Hal itu dilihat dari beberapa kasus di dunia, termasuk Indonesia, adanya orang-orang yang dinyatakan positif Covid-19 meski sebelumnya sudah disuntik vaksin.
Dari realita itu, para ahli mengatakan hal itu tidak berarti vaksin tidak efektif. Kemungkinan besar seseorang juga dapat dengan mudah menularkan virus bahkan setelah divaksinasi.
Hal itu karena vaksin tidak bekerja secara instan. Faktanya, ini harus menjadi pengingat lain mengapa orang perlu terus melakukan tindakan pencegahan beberapa minggu setelah divaksinasi.
Meskipun vaksin bekerja untuk menghasilkan respons imun yang baik yang bertindak melawan patogen, terkadang diperlukan waktu hingga berminggu-minggu untuk merespons.
Selain itu, vaksin covid-19 juga membutuhkan dua dosis suntikan. Karena itu, orang yang baru menerima dosis pertama juga diminta tepat waktu untuk suntikan kedua.
Dua dosis vaksin diperlukan agar dapat sepenuhnya efektif dan menghindari virus.
Tindakan pencegahan yang lemah, atau sama sekali tidak melakukan tindakan pengamanan, berarti ada kemungkinan virus masuk ke tubuh Anda, dan Anda menularkannya ke orang lain.
Faktor penting lainnya yang perlu diingat saat mendapatkan vaksinasi adalah bahwa kebanyakan vaksin yang telah diluncurkan untuk digunakan saat ini bekerja untuk mencegah Anda jatuh sakit, yaitu menghentikan virus agar tidak menimbulkan masalah pada tubuh Anda.
Meskipun beberapa vaksin dapat dengan mudah \'memblokir\' munculnya gejala, vaksin tersebut tidak sepenuhnya melindungi dari infeksi. Hal ini tergantung dari efikasi masing-masing vaksin yang berbeda.
Selain itu, hingga saat ini juga belum ada cukup data ilmiah untuk mendukung jenis kekebalan yang diberikan vaksin Covid-19. Alasannya? Mereka baru dan eksperimental, dengan beberapa masih dipelajari.
Tidak hanya sebagian besar dari mereka eksperimental, tetapi juga dibuat dengan cepat. Sebagian besar vaksin, termasuk buatan Pfizer dan Moderna, memiliki tingkat kemanjuran lebih dari 90%, yang juga dapat diwaspadai karena semakin banyak data dan pengamatan yang dikumpulkan. Ini berarti bahwa diperlukan waktu hingga bertahun-tahun sebelum kita mendapatkan vaksin yang 100% aman dan efektif atau yang dapat sepenuhnya mencegah infeksi.
Jadi, ini hanyalah pengingat bahwa vaksin saja tidak akan membantu kita mengalahkan pandemi. Sekalipun ini merupakan langkah besar dalam mengekang penyebaran Covid-19, tapi tetap disarankan memakai masker dengan, dan mengikuti semua aturan kesehatan.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.