Ini Prinsip Desain Membangun Rumah Tahan Gempa
Kerusakan bangunan karena gempa berkaitan dengan kesalahan desain yang memengaruhi kerja sistem struktural, meliputi kekuatan, kekakuan, dan fleksibilitas.
Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo di Jakarta, Rabu (16/1/2020)./Antara\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA -- Proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah dimulai. Pendaftaran akun di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai syarat awal telah dibuka sejak 4 Januari 2020 hingga 1 Februari 2020 melalui portal.ltmpt.ac.id.
Ada tiga jalur masuk yang dapat digunakan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN), yakni SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan seleksi mandiri.
Jalur SNMPTN memungkinkan siswa SMA tingkat akhir untuk bisa masuk PTN tanpa harus ikut ujian tertulis atau mendapatkan undangan karena memiliki prestasi. Sementara itu SBMPTN adalah seleksi masuk melalui tes tulis yang tahun ini disebut Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Jalur SNMPTN memiliki kuota minimum 20 persen dan biaya ditanggung oleh pemerintah. SBMPTN memiliki kota minimun 40 persen dan biaya ditanggung oleh peserta dan mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Mengutip informasi yang diberikan situs resmi LTMPT, ketentuan memilih prodi kedua jalur tersebut berbeda. Berikut penjelasannya.
1. Memilih Prodi SNMPTN 2021
Setiap peserta dapat memilih dua prodi dari satu PTN atau dua PTN. Namun apabila memilih dua prodi, satu di antaranya harus sesuai dengan SMA/MA/SMK asal peserta. Dengan kata lain, apabila peserta berasal dari DKI Jakarta, maka satu prodi harus berada di PTN yang berlokasi di Ibu Kota.
Namun ketentuan tersebut tidak berlaku apabila hanya memilih satu program studi. Misal, peserta memilih hanya mengincar prodi Teknik Sipil, maka bebas memilih dua PTN yang berada di wilayah manapun.
2. Memilih Prodi SBMPTN 2021
Hal itu tidak berlaku untuk peserta SBMPTN 2021. Pada SBMPTN 2021 calon mahasiswa bebas untuk memilih prodi dan PTN.
Dengan kata lain, setiap peserta boleh memilih dua prodi pada satu PTN atau setiap prodi pada dua PTN manapun, alias tidak terbatas domisili. Misalnya, seorang peserta merupakan lulusan SMA di Surabaya, maka boleh memilih dua prodi di PTN Jawa Barat atau di manapun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kerusakan bangunan karena gempa berkaitan dengan kesalahan desain yang memengaruhi kerja sistem struktural, meliputi kekuatan, kekakuan, dan fleksibilitas.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.