Petugas Sensus Ekonomi 2026 Keluhkan Honor, BPS Semarang Buka Suara
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Rafly Harun dan Karni Ilyas sampaikan perpisahan program ILC. - (YouTube/Refly Harun)
Harianjogja.com, JAKARTA--Terhentinga Program Acara Indonesia Lawyers Club (ILC) bikin kaget banyak orang terutama warganet. Seperti diketahui ILC selama ini kerap menjadi ruang bagi berbagai pihak memberikan masukan hingga kritikan terkait kebijakan pemerintah.
Program tersebut disampaikan tidak akan ditayangkan lagi di Stasiun televisi tvOne. Kerja sama antara TV One dan ILC yang telah berlangsung sejak 2008 telah berakhir pada 2020. Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas mengumumkan, tayangan pada Selasa (15/12/2020) malam akan menjadi episode terakhir ILC di tvOne.
Berakhirnya program yang banyak mengangkat isu-isu terkini dan terpanas yang tengah banyak diperbincangkan masyarakat ini mendapatkan banyak reaksi. Tidak sedikit masyarakat dan para tokoh yang berkomentar terkait berakhirnya program yang dibawakan oleh Karni Ilyas tersebut. Berbagai spekulasi juga mulai bermunculan di media sosial.
Salah satu yang ikut memberikan komentar adalah ahli hukum tata negara, Refly Harun. Dalam video berdurasi satu menit yang diunggah di kanal YouTubenya, Refly membagikan momen dirinya tengah berada bersama dengan Karni Ilyas. Refly mengatakan, jika saat itu Karni Ilyas tidak akan berbicara karena masih syok. Diduga, jurnalis senior itu juga terkejut dengan berakhirnya program yang dibawakannya.
"Saya bersama dengan bang Karni Ilyas dan saya tidak meminta Bang Karni ngomong karena sedang syok," ujar Refly.
Ia kemudian tertawa setelah menyampaikan kondisi Karni yang disebut masih syok. Karni yang duduk di sebelahnya juga lantas ikut tertawa. Selanjutnya, Refly menyampaikan jika dirinya ingin mengucapkan terimakasih kepada program acara ILC yang terkadang ia plesetkan menjadi Indonesia Liers Club karena telah memberikan kesempatan untuknya dan banyak orang.
Refly menyebutkan jika ILC memberikan kesempatan untuknya secara pribadi maupun banyak orang lainnya untuk lebih memahami mengenai suatu persoalan. Tidak hanya memahamkan, ILC juga dinilai menawarkan solusi dari permasalahan tersebut. Acara tersebut, juga membuat Refly banyak dikenal orang sebagai seorang ahli hukum.
"Gara-gara ILC juga, saya sedikit banyak dikenal orang," imbuh Refly.
Setelah program tersebut dihentikan, Refly berharap akan muncul program-program serupa yang baru. Paling penting, Refly berharap bahwa negara Indonesia bisa tetap menjaga kultur demokrasinya, yang akhir-akhir ini dinilai seolah menghadapi ancaman yang luar biasa.
Sejak diunggah Rabu (16/12/2020), video berdurasi singkat tersebut sudah ditonton lebih dari 100 ribu kali. Lebih dari 6000 orang lainnya memberikan tanda suka dalam video tersebut. Sementara dari seribu komentar yang ditinggalkan warganet, tidak sedikit yang salah fokus dengan kondisi Karni Ilyas yang disebut masih syok. Dalam video itu sendiri Karni tidak berbicara apapun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Konsumsi Pertalite meningkat pada Juli 2026. Pemerintah disarankan menyiapkan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,5 hingga 2 juta kL.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.