Imunisasi Tak Capai Target, Wabah Berisiko Muncul Lagi
Angka cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan bayi di bawah dua tahun (baduta) secara nasional masih di bawah target minimal 95% pada 2020. Mayoritas imunisasi pun menurun.
Anak sakit/boldsky.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Para peneliti di The New York Medics menemukan gejala baru yang bisa timbul pada anak-anak pengidaoCovid-19. Gejala yang bisa berdampak pada kondisi serius tersebut dinamakan sindrom inflamasi multisistem (MIS-C).
Sejauh ini, gejala umum yang dialami anak-anak berupa hidung meler, kelelahan, kehilangan indra penciuman, sakit tenggorokan, nyeri dada dan sesak napas, otot atau badan pegal. Namun mengutip Express UK, Jumat (11/12/2020), Covid-19 dapat menyebabkan kondisi serius yang disebut sindrom inflamasi multisistem (MIS-C) pada anak-anak.
Anak-anak dengan kondisi MIS-C mengalami peradangan parah di berbagai organ tubuh, termasuk jantung, paru-paru, pembuluh darah, ginjal, sistem pencernaan, otak, kulit atau mata.
Gejala yang ditunjukkan berupa bengkak di kelenjar leher, bibir kering dan pecah-pecah, ruam, jari tangan atau kaki merah, dan mata meradang.
Setelah pemeriksaan medis menyeluruh terhadap 35 anak yang menderita sindrom inflamasi multisistem yang diinduksi Covid, para peneliti mengklaim bahwa gejalanya juga bisa mukokutan, yang melibatkan kulit khas dan selaput lendir, seperti lubang hidung. Selain itu, anak-anak yang menjadi relawan juga menunjukkan tanda-tanda mata bengkak, pipi memerah, dan lidah strawberry.
Lidah stroberi adalah kondisi di mana anak-anak mengalami lidah bengkak, bergelombang, dan merah cerah. Di antara 35 anak yang terlibat dalam penilaian, 8 diantaranya menunjukkan tanda lidah stroberi. Tujuh dari anak-anak menderita mata merah, bengkak, sementara enam anak pipinya memerah.
Selain itu, 29 anak, yang merupakan hampir 83 persen populasi yang diawasi, mengalami perubahan mukokutan. Sekitar 18 anak mengalami telapak tangan merah, sementara 17 anak menderita hiperemia bibir, suatu kondisi yang menyebabkan peningkatan aliran darah yang menyebabkan kemerahan dan peradangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Angka cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan bayi di bawah dua tahun (baduta) secara nasional masih di bawah target minimal 95% pada 2020. Mayoritas imunisasi pun menurun.
OpenAI dikabarkan menyiapkan integrasi ChatGPT dan PowerPoint berbasis suara untuk membuat presentasi otomatis lebih cepat.
Rupiah melemah ke Rp17.698 per dolar AS di tengah sikap wait and see investor terhadap sentimen global dan data ekonomi RI.
Ponsel terasa lemot setelah dipakai lama? Ini penyebab utama smartphone melambat dan cara sederhana mengatasinya.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.