PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Sumatera Kembali Normal Pascablackout
PLN memastikan sistem kelistrikan Sumatera kembali normal setelah blackout akibat cuaca buruk yang terjadi pada Jumat (22/5/2026).
Lokasi pengungsian di Balai Desa Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang dibuat bilik-bilik, Jumat (6/11/2020). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, BOYOLALI- Aktivitas Gunung Merapi meningkat dari waspada (level II) ke siaga (level III). Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah memberangkatkan 200 orang sukarelawan dari berbagai unsur disiagakan membantu warga di lereng Merapi.
Pihaknya bersama sukarelawan sejumlah 200 orang dari berbagai unsur akan bersiaga di sekitar kawasan rawan bencana (KRB) Merapi, kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, disela persiapan pemberangkatan surarelawan ke Merapi di Boyolali, Kamis (12/11/2020).
Menurut Kurniawan Fajar Prasetyo Merapi sejak dinaikan status dari waspada (level II) menjadi Siaga (level III), 5 November 2020 hingga kondisi saat ini, sudah terdapat warga dengan kategori kelompok rentan di KRB III yang dievakuasi ke tempat penampungan pengungsi sementara (TPPS) desa setempat.
Baca juga: Ini Dua Pedukuhan yang Jadi Prioritas Pembayaran Ganti Rugi Tol Jogja-Solo
"Kami salah satu persiapan lain, dengan mengevakuasi warga jika aktivitas Gunung Merapi meningkat," kata Kurniawan Fajar Prasetyo.
Kurniawan Fajar Prasetyo menjelaskan seluruh surarelawan tersebut akan mendatangi posko lapangan di Kecamatan Selo untuk menerjunkan 200 personel terkait dengan siaga Gunung Merapi.
Menurut dia, tugas dari para sukarelawan tersebut antara lain membantu distribusi logistik, membantu mengevakuasi masyarakat jika memungkinkan, membantu lalu lintas di jalur evakuasi, membantu di bidang kesehatan, dan lain sebagainya.
"Semua sukarelawan yang dikirim merupakan personel terbaik yang memiliki bidang keahlian tersendiri. Semuanya yang datang ke lokasi merupakan berspesialis khusus dan sudah kami terapkan dari awal," katanya.
Sebanyak 20 posko yang berada di Dukuh Stabelan, Bakalan dan Sepi ataua dukuh yang masuh KRB III Merapi akan dijaga oleh sukarelawan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
Baca juga: Rawan Terjadi Penularan Covid-19, Perkantoran Harus Ketat Terapkan Protokol Kesehatan
Para sukarelawan tersebut, kata dia, sebelum bertugas ke lapangan di lereng Gunung Merapi, mereka terlebih dahulu menjalani tes cepat untuk memastikan tidak ada Corona virus Disease 2019 (COVID-19) di tubuhnya.
"Setiap pos di KRB III akan dijaga sebanyak 10 orang dengan keahlian masing-masing," katanya.
Menyinggung soal waktu tugas sukarelawan tersebut, pihaknya menyampaikan akan berlangsung hingga tanggal 31 Desember 2020. Setiap personel masing-masing akan digeser dari posko di lapangan dan posko induk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN memastikan sistem kelistrikan Sumatera kembali normal setelah blackout akibat cuaca buruk yang terjadi pada Jumat (22/5/2026).
Lolos SNBT 2026? Berikut panduan lengkap daftar ulang ke PTN, mulai dari rincian dokumen yang harus disiapkan hingga tahapan prosesnya.
Dua insiden pelajar terjadi di Jogja, mulai pelemparan sekolah hingga remaja membawa sajam. Polisi masih menyelidiki motif kejadian.
Belum lolos UTBK SNBT 2026? Jangan panik. Simak enam langkah strategis, mulai dari jalur mandiri PTN hingga beasiswa, untuk tetap melanjutkan kuliah.
Gotong Royong dan Upcycling Plastik, SDN Susukan Wujudkan Taman Sekolah Ramah Lingkungan
Klinik KDMP pertama di DIY resmi beroperasi di Tamanmartani, Sleman. Klinik ini masih harus melalui akreditasi sebelum melayani BPJS.