El Nino Perluas Ancaman Kekeringan di Jawa Tengah
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.
Lokasi pengungsian di Balai Desa Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang dibuat bilik-bilik, Jumat (6/11/2020). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, BOYOLALI- Aktivitas Gunung Merapi meningkat dari waspada (level II) ke siaga (level III). Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah memberangkatkan 200 orang sukarelawan dari berbagai unsur disiagakan membantu warga di lereng Merapi.
Pihaknya bersama sukarelawan sejumlah 200 orang dari berbagai unsur akan bersiaga di sekitar kawasan rawan bencana (KRB) Merapi, kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, disela persiapan pemberangkatan surarelawan ke Merapi di Boyolali, Kamis (12/11/2020).
Menurut Kurniawan Fajar Prasetyo Merapi sejak dinaikan status dari waspada (level II) menjadi Siaga (level III), 5 November 2020 hingga kondisi saat ini, sudah terdapat warga dengan kategori kelompok rentan di KRB III yang dievakuasi ke tempat penampungan pengungsi sementara (TPPS) desa setempat.
Baca juga: Ini Dua Pedukuhan yang Jadi Prioritas Pembayaran Ganti Rugi Tol Jogja-Solo
"Kami salah satu persiapan lain, dengan mengevakuasi warga jika aktivitas Gunung Merapi meningkat," kata Kurniawan Fajar Prasetyo.
Kurniawan Fajar Prasetyo menjelaskan seluruh surarelawan tersebut akan mendatangi posko lapangan di Kecamatan Selo untuk menerjunkan 200 personel terkait dengan siaga Gunung Merapi.
Menurut dia, tugas dari para sukarelawan tersebut antara lain membantu distribusi logistik, membantu mengevakuasi masyarakat jika memungkinkan, membantu lalu lintas di jalur evakuasi, membantu di bidang kesehatan, dan lain sebagainya.
"Semua sukarelawan yang dikirim merupakan personel terbaik yang memiliki bidang keahlian tersendiri. Semuanya yang datang ke lokasi merupakan berspesialis khusus dan sudah kami terapkan dari awal," katanya.
Sebanyak 20 posko yang berada di Dukuh Stabelan, Bakalan dan Sepi ataua dukuh yang masuh KRB III Merapi akan dijaga oleh sukarelawan dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
Baca juga: Rawan Terjadi Penularan Covid-19, Perkantoran Harus Ketat Terapkan Protokol Kesehatan
Para sukarelawan tersebut, kata dia, sebelum bertugas ke lapangan di lereng Gunung Merapi, mereka terlebih dahulu menjalani tes cepat untuk memastikan tidak ada Corona virus Disease 2019 (COVID-19) di tubuhnya.
"Setiap pos di KRB III akan dijaga sebanyak 10 orang dengan keahlian masing-masing," katanya.
Menyinggung soal waktu tugas sukarelawan tersebut, pihaknya menyampaikan akan berlangsung hingga tanggal 31 Desember 2020. Setiap personel masing-masing akan digeser dari posko di lapangan dan posko induk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M