Ini Prinsip Desain Membangun Rumah Tahan Gempa
Kerusakan bangunan karena gempa berkaitan dengan kesalahan desain yang memengaruhi kerja sistem struktural, meliputi kekuatan, kekakuan, dan fleksibilitas.
Presiden Joko Widodo saat membuka sidang kabinet paripurna untuk penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9 - 2020) / Youtube Setpres
Harianjogja.com, JAKARTA--Rasio kasus aktif dan tingkat kematian akibat virus Corona (Covid-19) di Indonesia kembali berada di atas rata-rata dunia. Sebelumnya, negara ini mencatat dua hal itu lebih baik dibandingkan dengan rata-rata global.
“Pemerintah harus kerja keras meningkatkan angka kesembuhan. Per 13 september rata-rata kasus aktif di Indonesia 25,02 [persen], sedikit lebih tinggi dari kasus aktif dunia yang mencapai 24,78 [persen],” kata Presiden dalam pembukaan rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/9/2020).
BACA JUGA : Melesat Lagi, 42 Kasus Positif Covid-19 Ditemukan dalam
Kemudian, jumlah kasus sembuh per 13 September sebanyak 155.010 orang. Dengan demikian, tingkat kesembuhan Indonesia sebesar 71 persen. Angka ini juga, kata Jokowi, sedikit lebih rendah dibandingkan global.
Sementara itu, tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih berada di atas rata-rata dunia, di mana negara ini mencatat 3,99 persen, sedangkan berdasarkan data Presiden tingkat kematian akibat Covid-19 di dunia 3,18 persen.
“Tetapi memang angka ini angka sebesar 3,99 ini mengalami penurunan dibandingkan angka kematian yang seminggu yang lalu yang berada di angka 4,02 persen,” kata Presiden.
Namun, bila dilihat lebih detail, Jokowi menambahkan, tingkat kematian tertinggi merupakan kontribusi 4 provinsi, yakni Bengkulu, Sumatra Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Tingkat kematian tinggi dari 4 provinsi yang memiliki tingkat kematian di atas 6 persen. Informasikan ke provinsi tersebut dan kita pemerintah pusat memberikan dukungan penuh sehingga bisa menurunkan angka kematian,” katanya.
BACA JUGA : Tembus 386 Kasus, Ini Data Terbaru Sebaran Corona
Sementara itu, per 13 September 2020, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat penambahan pasien meninggal akibat virus Corona (Covid-19) mencapai 73 orang. Alhasil, jumlah kumulatif kasus meninggal dunia akibat wabah ini menembus angka 8.723 orang.
Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Minggu (13/9/2020) Jawa Timur menjadi provinsi dengan penambahan kasus meninggal tertinggi di Indonesia.
Daerah yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa ini melaporkan penambahan 17 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Dengan demikian, total pasien meninggal akibat wabah di provinsi tersebut mencapai 2.763 orang. Angka tersebut merupakan yang tertinggi secara nasional.
Pada posisi kedua adalah Riau yaitu 8 orang, sehingga total kasus meninggal di provinsi tersebut mencapai 70 orang.
BACA JUGA : Covid-19 di DIY Sentuh Angka 1.207 Kasus, Hari Ini Tambah
Kemudian, Jawa Tengah melaporkan penambahan enam kasus meninggal, Bali enam kasus, DKI Jakarta lima kasus, Jawa Barat lima kasus, Aceh empat kasus, Sulawesi Selatan empat kasus, dan Sumatera Barat tiga kasus. Selanjutnya provinsi Papua melaporkan tiga kasus meninggal, Sumatra Barat tiga kasus, Kalimantan Timur dua kasus, dan DIY dua kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kerusakan bangunan karena gempa berkaitan dengan kesalahan desain yang memengaruhi kerja sistem struktural, meliputi kekuatan, kekakuan, dan fleksibilitas.
Kenali jenis lampu emergency untuk rumah, kantor, hingga area industri, mulai rechargeable, smart LED, hingga tenaga surya.
Harga cabai rawit merah tembus Rp73.500 per kg. PIHPS juga mencatat harga telur ayam, beras, bawang, dan minyak goreng masih tinggi.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.