Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KOTAWARINGIN BARAT--Ada-ada saja, seorang warga di Kalimantan Tengah selama bertahun-tahun mencuri pakaian dalam perempuan.
Warga Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, bernama Setu kekinian dikejar-kejar polisi karena mencuri ribuan pakaian dalam perempuan.
Lelaki berusia 45 tahun tersebut membuat heboh warga setempat, karena mencuri celana dalam perempuan untuk fantasi seksualnya sendiri.
"Dia mencuri baju dan pakaian dalam perempuan. Ketika rumahnya digerebek warga, ditemukan dua boneka perempuan yang dibuatnya sendiri dan dipakaikan celana dalam hasil curian," kata Wakapolres Kobar Komisaris Boni Ariefianto dalam keterangan, Jumat (24/7/2020).
Saat penggerebekan, kata dia, Setu berhasil lolos karena mengancam salah satu warga setempat memakai senjata tajam. Setelahnya, Setu melarikan diri ke dalam perkebunan.
Kasus itu terungkap setelah warga di desa itu ramai-ramai melapor ke perangkat desa karena sering kehilangan bra maupun celana dalam perempuan, Rabu (22/7).
Warga mencurigai Setu sebagai pelaku pencurian tak lazim tersebut. Warga lantas mengepung gubuk Setu yang berukuran 3x3 meter.
Karena Setu sudah keburu melarikan diri, warga lantas membongkar gubuk milik pelaku. Warga kaget, karena di dalamnya dipenuhi rok, jilbab, daster, celana dalam, sampai bra hasil curian.
Ribuan pakaian dan celana dalam perempuan itu ditumpuk Setu di atas kasur dan ditata secara rapi.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, Setu dicurigai sudah bertahun-tahun melakukan pencurian celana dalam perempuan di desa tersebut.
Namun, warga selama ini tak bisa berbuat apa-apa karena tak sekali pun Setu tepergok sedang mencuri.
"Warga mengatakan pelaku mengidap kelainan seks. Ada juga yang sedang berguru ilmu hitam. Tapi soal motif belum pasti, kami akan mengejar terduga dulu," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan pameran khusus karya Nasirun di Galeri Nasional Indonesia sebagai penghormatan bagi sang maestro.
Muktamar ke-35 NU meminta pemerintah tidak memakai anggaran pendidikan untuk MBG mulai 2027 sesuai putusan MK.
El Nino membuat lahan semakin kering dan rentan terbakar. Pakar UMY menyebut aktivitas manusia tetap menjadi pemicu utama karhutla.
BRIN mengkaji tepung singkong untuk pemadaman karhutla. Uji skala besar disiapkan bersama Polri untuk menguji efektivitas dan teknik aplikasinya.
Muktamar ke-35 NU menyepakati Rais Aam dan Ketum PBNU tidak boleh rangkap jabatan politik maupun publik tertentu.