Polrestabes Semarang Optimistis Ungkap Misteri Mayat Tanpa Kepala dan Terbakar
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo./Ist-Dok Pemprov Jateng
Harianjogja.com, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengklaim tinggal dua daerah di Jateng yang saat ini masih masuk kategori zona merah Covid-19. Kedua wilayah itu adalah Kota Semarang dan Kabupaten Demak.
Kendati demikian, apa yang disampaikan Ganjar berbeda dengan data Gugus Tugas (Gusgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional maupun Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Pada peta risiko persebaran Covid-19 milik Gusgas Covid-19 Nasional atau di situs web covid19.go.id/peta-risiko, setidaknya masih ada tiga daerah di Jateng yang dinyatakan zona merah. Ketiga daerah itu yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Demak.
BACA JUGA : 4 Kecamatan dan 6 Desa di Sleman Masih Masuk Zona
Sementara di laman covid.bappenas.go.id milik Bappenas per Senin (29/6/2020) disebutkan baru beberapa daerah di Jateng yang masuk kategori hijau. Di antaranya Cilacap, Banyumas, Brebes, Purbalingga, Purworejo, Banjarnegara, dan Salatiga. Sisanya masih masuk kategori berisiko tinggi atau zona merah Covid-19.
Data Bappenas itu ditentukan berdasarkan angka potensi penularan atau reproduksi efektif (RO) Covid-19 di suatu daerah. Jika angka RO masih berada di atas 1, maka wilayah tersebut masih dikategorikan zona merah. Namun jika di bawah 1, maka masuk kategori zona hijau.
Sementara itu, Ganjar menyebut jika zona merah di Jateng tinggal dua, yakni Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Namun, ada 11 daerah yang masih membutuhkan perhatian khusus.
BACA JUGA : Ini Wilayah di Sleman yang Masih Masuk Zona Hijau Corona
"Ada dua, Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Tetapi kita punya catatan sendiri yang juga masih kita awasi di samping dua daerah itu. Total ada 11 daerah yang kami anggap masih butuh perhatian khusus meskipun secara petanya sudah kategori sedang," kata Ganjar usai rapat evaluasi penanganan Covid-19 di gedung A Laintai 2 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (29/6/2020).
Ganjar bakal terus melakukan upaya penanganan pada 11 daerah yang butuh perhatian tersebut. Salah satunya dengan menggencarkan tes Covid-19, baik rapid test maupun swab test dengan metode PCR.
Menurut Ganjar, PCR test di beberapa tempat yang sudah ada semuanya relatif siap. Hanya saja dalam rapat tadi disampaikan RSUP dr Kariadi membutuhkan satu alat atau mesin yang canggih karena alat yang ada saat ini merupakan tipe lama.
Dalam kesempatan itu, Ganjar juga meminta beberapa daerah tidak melakukan pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat, seperti Kota Semarang. Meski pun maklumat Polri tentang kerumunan telah dicabut.
"Justru dengan kondisi Semarang itu sebaiknya diperketat lagi agar kita bisa mengendalikan. Masyarakat tolong bantu Wali Kota agar ini bisa terkendali dengan baik,” ujar Ganjar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.