Rasio Tes Covid-19 Indonesia Masih Jauh di Bawah Malaysia

Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto Sabtu, 13 Juni 2020 23:47 WIB
Rasio Tes Covid-19 Indonesia Masih Jauh di Bawah Malaysia

Seorang staf menaruh alat uji asam nukleat di pabrik Luoyang Ascend Biotechnology Co., Ltd di Luoyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Maret 2020./Xinhua-Li Jianan

Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah mengakui tingkat pengetesan Covid-19 di Indonesia masih tergolong rendah. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan secara nasional rasio pengetesan Covid-19 di Indonesia hanya mencapai 1.752 tes per 1 juta penduduk.

“Secara keseluruhan menghitung wilayah Tanah Air memang tes masih rendah 1.752 tes per 1 juta penduduk,” kata Yuri, Sabtu (13/6/2020).

Angka nasional tersebut masih sangat jauh dibandingkan dengan negara-negara di wilayah Asia Tenggara. Misalnya saja dibandingkan dengan Malaysia yang rasio tesnya sudah mencapai 19.118 per 1 juta penduduk.

Kendati demikian, jika hanya menghitung rasio pengetesan di DKI Jakarta, Indonesia masih unggul dibanding beberapa negara seperti Thailand, Filiphina, bahkan Jepang.

“Memang tingkat ancaman epidemologis tidak sama, contoh DKI Jakart sebagai episentrum, jika lihat jumlah tes per 1 juta penduduk adalah 17.954 org angka ini berada di atas Thailand yang mencapai 6.708 per 1 juta penduduk, Filiphina 4.419 per 1 juta penduduk, bahkan Jepang hanya 2.626 per 1 juta penduduk,” kata Yuri.

Lebih lanjut Yuri mengatakan, rendahnya rasio pengetesan secara nasional tidak bisa serta merta dijadikan tolok ukur terkait keseriusan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

“Ini bukan gambaran yang memberikan kesan keseriusan pemerintah tidak terlihat. Karena tanah air kita terdiri dari kepualauan yang banyak, terdiri banyak wilayah luas dengan kepadatan dan risiko mobilitas orang yang terkait faktor pembawa penyakit cukup besar yang sangat berbeda,” katanya.

Adapun pada Sabtu (13/6/2020), Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 37.420 kasus. sebanyak 13.776 orang dinyatakan sembuh dan 2.091 orang lainnya meninggal dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online