Prabowo: Mobil Maung Bocor, Tapi Saya Tetap Pakai demi Nasionalisme
Presiden Prabowo Subianto mengungkap mobil Maung produksi Pindad pernah mengalami kebocoran saat hujan deras dan berguncang di pegunungan. Meski demikian.
Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah menyalurkan paket bansos masing-masing sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan sebagai upaya untuk mencegah warga tidak mudik dan meningkatkan daya beli selama pandemi COVID-19 kepada warga yang membutuhkan di wilayah Jabodetabek./ANTARA FOTO-M Risyal Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Hartono Laras, mengakui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) diperbarui secara masif kali terakhir pada 2015. DTKS merupakan data rujukan awal untuk menentukan penerima bantuan sosial atau bansos karena terdampak pandemi virus Corona (Covid-19).
"DTKS kami memang terakhir ada pemutakhiran basis data terpadu masif secara besar itu pada 2015," kata Hartono dalam diskusi virtual bersama Tempo, Kamis (30/4/2020).
Hartono menuturkan, Kemensos sebenarnya sudah mengusulkan untuk melakukan pemutakhiran data secara menyeluruh. Ia juga mendorong daerah untuk terus melakukan perbaikan dan pembaruan data.
Dalam pemberian bantuan untuk warga terdampak virus Corona saat ini, kata Hartono, DTKS digunakan sebagai acuan awal. Di samping itu, kata dia, verifikasi data terus dilakukan. Kemensos juga mempersilakan daerah untuk melakukan modifikasi berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.
Pemberian dana bansos untuk warga terdampak virus Corona di berbagai daerah dilaporkan bermasalah. Warga yang tergolong mampu memperoleh bantuan, warga yang ekonominya sulit malah terlewat.
Direktur Smeru Riset Institute, Widjajanti Isdijoso, mengatakan persoalan data menjadi masalah rumit penyaluran bantuan sosial kepada warga terdampak virus Corona. Ia mengatakan sejumlah daerah melakukan pemutakhiran data.
Namun hal itu juga belum memadai lantaran adanya keterbatasan sumber daya manusia dan keuangan di tiap daerah.
Akibatnya, kata Widjajanti, akurasi data dari 2015 hingga 2019 terus menurun. Pada 2015, ucap dia, keakuratan data 2015 ialah berkisar 85 persen.
Namun menurut catatan Smeru, pada 2019 ada sekitar 60 kabupaten yang tak melakukan pembaruan data. "Kemiskinan itu naik turun angkanya, sangat fluktuatif, kalau tidak di-update tentu keakuratan turun," kata Widjajanti.
Ia mencontohkan, DTKS berisikan data 40 persen masyarakat miskin di Indonesia. Namun dalam kondisi pandemi sekarang ini, angka tersebut bisa jadi bertambah besar lantaran banyak orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan. "Ini memerlukan treatment yang istimewa dan memang kita tidak siap," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Presiden Prabowo Subianto mengungkap mobil Maung produksi Pindad pernah mengalami kebocoran saat hujan deras dan berguncang di pegunungan. Meski demikian.
Penjual miras tanpa izin di Bantul dijatuhi denda Rp5 juta. Satpol PP tegaskan penindakan terus dilakukan.
Bedah buku Homepower di Jogja soroti tingginya perceraian dan pentingnya komunikasi keluarga di era digital.
Meksiko menang 2-0 atas Afrika Selatan di laga pembuka Piala Dunia 2026. Julian Quinones cetak gol pertama turnamen, Raul Jimenez menggandakan skor, dan tiga ka
UMKM didorong manfaatkan media sosial untuk tingkatkan omzet di tengah tantangan ekonomi, terungkap dalam bedah buku DPAD DIY.
Jadwal KRL Solo Jogja Jumat 12 Juni 2026 lengkap semua stasiun, 12 perjalanan, tarif Rp8.000, cek jam terbaru.