Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, 8 Pelajar Diperiksa
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Ilustrasi mayat./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - Akibat dituduh mencuri, Mira, seorang transgender alias transpuan tewas karena dibakar hidup-hidup oleh sekelompok orang misterius di Cilincing, Jakarta Utara. Mira sendiri diketahui sudah berpuluh-puluh tahun menjadi transgender.
ON, 54, sahabat dekat Mira yang juga seorang transpuan, mengatakan, bahwa Mira merupakan transpuan senior di kalangan teman-temannya. "Puluhan tahun [sudah jadi transpuan] dia termasuk waria senior," kata menguitp Suara.com, Selasa (7/4/2020).
Untuk itu, sebagai sahabat ON mengaku sangat heran atas kasus yang menimpa Mira yang dituduh mencuri dan dibakar hidup-hidup. "Aneh maksudnya [sampai dituduh mencuri dan dibakar]," tutur ON.
Lebih lanjut, ON sebagai kerabat meminta agar para pelaku yang tega membakar Mira secara hidup-hidup itu dihukum seberat-beratnya.
"Semua saya serahkan sama yang berwajib, yang bakarnya itu yang sangat tega kalau pun hanya nakut-nakutin bukan dengan cara yang bahaya," katanya.
"Saya sih minta yang bakarnya ini harus bertanggung jawab," sambungnya.
ON menjelaskan kronologi saat Mira dibakar hidup-hidup lantaran dituding mencuri. Menurutnya, insiden tersebut terjadi pada Sabtu, (4/4/2020) malam. Mira sendiri tewas pada Minggu (5/4/2020) siang setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Koja.
"Meninggalnya Minggu pukul 12.00 WIB, dibakarnya Sabtu," kata ON.
ON lantas menuturkan insiden itu bermula ketika ada seorang sopir truk kontainer menuding Mira telah mencuri telepon genggam dan dompet miliknya. Sopir tersebut lantas mendatangi Mira yang tengah berada di sekitar kontrakan di kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.
Mira yang merasa tidak mencuri itu pun membantah tudingan sopir truk kontainer tersebut. Kemudian, sopir truk kontainer tersebut pun menggeledah seisi kontrakan Mira dan tidak menemui barang bukti apapun.
Merasa tidak puas, sopir kontainer tersebut lantas diduga memanggil sekelompok preman yang biasa disebut sebagai bajing loncat alias bajilo untuk menemui Mira. Kemudian mereka pun menjemput Mira dan melakukan aksi pemukulan hingga yang bersangkutan babak-belur.
"Engggak lama kemudian ada yang datang bawa bensin sekitar dua liter. Di situ si Mira itu ditendang, dia jatuh ke aspal, diguyur pakai bensin," ungkap ON.
ON lantas menyebut bahwa orang yang menyiramkan bensin tersebut berjumlah dua orang yang merupakan bajilo. ON yang berada di lokasi pun sempat berupaya menahan aksi tidak manusiawi mereka namun tidak digubris.
Terkait kasus ini, polisi telah menangkap para pelaku yang menganiaya Mira hingga tewas. Kabarnya, kasus itu akan dirilis di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (8/4/2020) besok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.
Harga bahan bakar pesawat melonjak, AirAsia menaikkan tarif tiket baru 20%-25% atau lebih. Ini alasan tiket lama tak bisa dinaikkan.
Renault 8 Gordini Concept hadir sebagai coupe listrik 270 HP bergaya café racer. Ikon balap 1964 ini tidak diproduksi massal, simak detailnya.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.