Daftar 99 Asmaul Husna Lengkap Arti dan Cara Mengamalkannya
99 Asmaul Husna lengkap dengan arti dan cara meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari sebagai refleksi untuk memperbaiki perilaku.
Alat uji atau pemeriksaan cepat (rapid test kit) yang didesain agar bisa digunakan di rumah/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Seorang warga negara Indonesia ikut menginisiasi pembuatan alat tes virus corona SARS-CoV-2. Alat ini diproduksi oleh Sensing Self, perusahaan pengembang alat tes kesehatan mandiri yang berbasis di Singapura.
Alat uji atau pemeriksaan cepat (rapid test kit) yang didesain agar bisa digunakan di rumah ini telah digunakan di antaranya di India.
Satu dari dua pendiri Sensing Self adalah Santo Purnama, seorang warga Indonesia yang memiliki latar belakang ilmu komputer dan teknologi dari Purdue University dan Stanford University. Dia bermitra mendirikan perusahaan itu dengan Shripal Gandhi, lulusan terbaik jurusan teknik kimia dan biosains dari University of Mumbai dan University of California.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (3/4/2020), Santo menerangkan kalau alat anyar untuk Covis-19 dikembangkan hanya dalam empat bulan.
"Dan alatnya itu telah lulus lisensi edar di Eropa, Amerika Serikat, dan India," kata dia.
Menurut Santo, alat sensing self memungkinkan setiap orang untuk melakukan pengetesan di rumah masing-masing, hanya dalam waktu 10 menit. Tingkat akurasi diklaim sampai 92 persen. Sedang harga jualnya diklaim sangat terjangkau, hanya sekitar Rp160.000 per unit.
"Jika setiap orang bisa melakukan tes mandiri. Kita bisa meminimalisir risiko infeksi ketika pasien datang ke rumah sakit untuk melakukan tes, serta mengurangi beban tenaga medis yang sudah amat kewalahan.”
Resmi diproduksi sejak Februari, alat rapid test Sensing Self disebutkan telah mendapatkan lisensi edar dari tiga pasar penting di dunia. Ketiganya adalah Eropa (mendapatkan sertifikasi CE), India (disetujui oleh National Institute of Virology dan Indian Council of Medical Research), serta Amerika Serikat.
Untuk pasar Amerika Serikat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) juga disebut setempat telah memberikan persetujuan bagi alat tes Sensing Self, dengan syarat bahwa penggunaannya harus dilakukan di lembaga medis formal.
Sedang di India, yang memiliki ribuan kasus positif Covid-19, telah disepakati pemesanan alat tes cepat Sensing Self sebanyak 11 juta unit. Sebelumnya India menghabiskan waktu satu minggu untuk melakukan uji coba, validasi, dan persetujuan akhir.
Adanya kesepakatan itu juga disiarkan situs berita indiatvnews pada akhir Maret lalu. Diberitakan di sana kalau alat Sensing Self telah mendapat validasi dari National Institute of Virology India Pune. Sensing Self menjadi satu dari 11 perusahaan yang direkrut Pemerintah India untuk menjalankan uji pre-screening virus corona.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
99 Asmaul Husna lengkap dengan arti dan cara meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari sebagai refleksi untuk memperbaiki perilaku.
Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga meninggal dunia pada usia 76 tahun. Ia dimakamkan di San Diego Hills, Karawang.
Harta Wali Kota Solo Respati Ardi naik dari sekitar Rp2,02 miliar pada 2024 menjadi Rp8,04 miliar pada LHKPN 2025.
Pieter Huistra percaya diri lini depan PSS Sleman lebih bagus dari Madura United dengan mengandalkan Gustavo Tocantins dan Matheus Fornazari.
Infinix XPAD 30 Pro resmi hadir di Indonesia dengan harga mulai Rp3,399 juta, layar 2.5K, Helio G200 Ultimate, dan baterai 8.200 mAh.
Komisi B DPRD Bantul mencatat realisasi program OPD mitra sekitar 70% dan memastikan seluruh kegiatan tuntas hingga akhir tahun.