Satpam SPPG Kecandran Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Jaga
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina, 25 Januari 2020. /THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO via REUTERS
Harianjogja.com, JENEWA--Wabah virus corona yang kini melanda sejumlah negara perlu menjadi perhatian serius.
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengingatkan bahwa virus corona merupakan ancaman yang sangat besar bagi dunia.
"Dengan 99% kasus di China, ini tetap sangat darurat bagi negara itu, tetapi juga memiliki ancaman sangat besar bagi seluruh dunia," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (11/2/2020).
Hal ini disampaikan kepala WHO tersebut menjelang dibukanya konferensi WHO untuk memerangi wabah virus corona. Dalam forum WHO yang akan berlangsung dua hari itu, sekitar 400 ilmuwan akan membahas bagaimana virus ini ditularkan dan kemungkinan vaksinnya.
"Yang paling penting adalah menghentikan wabah dan menyelamatkan nyawa. Dengan dukungan Anda, itulah yang bisa kita lakukan bersama," kata Tedros.
Virus yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember 2019 ini, telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, menginfeksi lebih dari 42.000 dan mencapai sekitar 25 negara.
Dalam konferensi WHO di Jenewa ini, juga akan dibahas mengenai sumber virus corona yang diperkirakan berasal dari kelelawar dan mencapai manusia melalui hewan lain seperti ular atau trenggiling.
Sejauh ini tidak ada pengobatan khusus atau vaksin untuk melawan virus, yang dapat menyebabkan kegagalan pernapasan ini.
Tedros, yang telah berulang kali mendesak negara-negara yang terkena dampak untuk berbagi data mereka, menyerukan "solidaritas" global.
"Itu terutama benar dalam kaitannya dengan berbagi sampel dan urutan. Untuk mengalahkan wabah ini, kita perlu berbagi secara terbuka dan adil, sesuai dengan prinsip keadilan dan kesetaraan," tutur Tedros.
"Kami berharap bahwa salah satu hasil dari pertemuan ini akan menjadi peta jalan yang disepakati untuk penelitian di mana para peneliti dan donor akan menyelaraskan," imbuh Tedros.
Saat ini sejumlah perusahaan dan institusi di Australia, China, Prancis, Jerman dan Amerika Serikat ini tengah berupaya untuk mengembangkan vaksin coronavirus --sebuah proses yang biasanya butuh waktu bertahun-tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Detik.com
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.
Jadwal layanan SIM Kulonprogo Sabtu 26 September 2026 di MPP dan SIMENOR. Cek lokasi, jam pelayanan, syarat, dan jenis SIM yang dilayani.
Jadwal SIM Sleman Sabtu 26 September 2026 tersedia di MPP Sleman dan SIM Keliling Malam. Cek lokasi, jam, dan syarat lengkapnya.
Jadwal layanan SIM Jogja Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.