OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Tri Rismaharini/Bisnis Indonesia-Wahyu Darmawan
Harianjogja.com, JAKARTA-Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku menyerahkan kepada Tuhan ihwal kemungkinannya maju di Pilkada Jakarta 2022.
Risma enggan berspekulasi lebih jauh ketika disinggung tentang peluangnya maju dalam pencalonan gubernur Jakarta tahun 2022 mendatang. Kabar itu berhembus karena masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Surabaya habis tahun ini.
Saat ditemui di arena Rakernas PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1/2020), Risma menyerahkan semua kemungkinan itu kepada Tuhan. "Tuhan akan mengatur jalan hidup saya. Semua saya serahkan pada Tuhan," kata Risma.
Risma mengaku tidak pernah berpikir untuk mencari atau bahkan meminta jabatan. Menurut dia, jabatan itu selalu mengandung risiko, di mana harus bersikap adil dan amanah.
"Saya tidak mau kemudian saya punya nafsu. Saya juga tidak mau punya nafsu jabatan karena itu berat," ujarnya.
Oleh karena itu, Risma mengaku tak pernah menanggapi secara serius terkait permintaan atau dorongan dari sejumlah pihak yang meminta dirinya maju dalam pencalonan gubernur Jakarta pada tahun 2020 mendatang.
"Makanya saya tidak mikir (tentang itu). Siapapun yang minta saya ketawa dan lepas saja," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.