6 Pria Malaysia Terancam Penjara 2 Tahun karena Tidak Salat Jumat

Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova Rabu, 04 Desember 2019 18:27 WIB
6 Pria Malaysia Terancam Penjara 2 Tahun karena Tidak Salat Jumat

Ilustrasi/JIBI-Dok

Harianjogja.com, JAKARTA - Enam pria pemeluk Islam di Malaysia dijatuhi hukuman satu bulan penjara karena tidak mengikuti salat Jumat. Dilansir dari Channel News Asia, Rabu (4/12/2019), para pria yang diketahui berusia antara 17 hingga 35 tahun tersebut ditangkap ketika sedang berpiknik di dekat air terjun pada waktu salat Jumat.

Mereka juga didenda sekitar RM2.400-RM2.500 atau sekitar Rp8,1 juta-8,4 juta masing-masing setelah mengaku bersalah di pengadilan syariah di negara bagian Terengganu yang terkenal konservatif.

Saat ini, mereka masih bebas dengan jaminan, sembari mengajukan banding atas hukuman. Mereka bisa dipenjara selama dua tahun di bawah hukum syariah Malaysia.

Penjatuhan sanksi tersebut mendapat kritik dari sejumlah pihak karena memicu kekhawatiran meningkatnya konservatisme agama di Malaysia.

"Dugaan kegagalan menghadiri salat Jumat adalah masalah pribadi," kata Zaid Malek, aktivis organisasi pengacara hak asasi manusia, Lawyers for Liberty.

"Sementara tindakan semacam itu mungkin dianggap tidak pantas oleh sebagian masyarakat Muslim, hukuman pidana itu berlebihan dan bukan cara untuk mengatasinya," lanjutnya.

Dia juga mengatakan hukuman tersebut bertentangan dengan janji dari menteri urusan agama untuk fokus pada rehabilitasi para penjahat dibandingkankan dengan hukuman.

Malaysia memiliki sistem hukum dua jalur, dengan pengadilan syariah menangani beberapa kasus untuk warga Muslim.

Sekitar 60% dari 32 juta penduduk Malaysia adalah muslim Melayu. Negara ini juga menjadi rumah bagi komunitas etnis India dan Cina, yang kebanyakan tidak menganut Islam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online