Gempa Besar Guncang Turki, 500 Warga Negara Indonesia Terkena Dampaknya
Gempa besar dengan magnitudo 7,8 mengguncang Turki, Senin (6/2/2023). Kedutaan Besar Indonesia untuk Turki mencatatkan terdapat 500 WNI terdampak.
Pengendara ojek online menunggu penumpang di dekat Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Kamis (11/7/2019)./JIBI-Bisnis.com-Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, JAKARTA - Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia menyatakan jumlah pengendara ojek online (ojol) di Indonesia sampai kini tidak diketahui secara pasti baik oleh publik maupun pemerintah.
Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono menuturkan asosiasi pengendara ojol pun tidak memiliki data atau catatan dipegang oleh mereka terkait jumlah pasti mitra pengemudi. Menurutnya, perusahaan aplikator juga tidak mau membuka data jumlah tersebut.
Igun memproyeksikan jumlah pengendara ojek daring sekitar 2,5 juta orang. Adapun, simpatisan Garda mencapai 200.000 mitra ojek daring di seluruh Indonesia.
Jumlah mitra pengemudi ojek daring di wilayah Jabodetabek bisa mencapai 50 persen dari total jumlah mitra di seluruh Indonesia. Artinya, untuk wilayah Jabodetabek saja dapat mencapai lebih dari 1,25 juta pengemudi.
"Ini wilayah urban, artinya banyak ojol-ojol dari daerah-daerah juga masuk Jabodetabek, dari sekitar Pantai Utara dan Banten," katanya, Selasa (12/11/2019).
Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ahmad Yani mengamini pernyataan bahwa pemerintah tidak memiliki data jumlah pasti mitra pengemudi ojol.
"Saya konfirmasi dengan Gojek dan Grab sekitar 2 juta--2,5 juta," katanya.
Sementara itu, data jumlah mitra tersebut oleh dua raksasa bisnis rintisan pun memang tidak diumumkan secara pasti.
Dikonfirmasi, salah satu perwakilan Gojek Indonesia hanya menyebut jumlah mitranya yang aktif berkisar 2,5 juta mitra baik ojek daring maupun taksi daring. Namun, sesuai kebijakan perusahaan jumlah pastinya tidak dapat disebutkan. Adapun, Grab belum memberikan konfirmasi.
Di sisi lain, setiap pengemudi ojek online maupun taksi online mesti memiliki akun dalam aplikasi mitra pengemudi baik Gojek maupun Grab.

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam acara penghargaan Mitra Juara Go-Jek 2019, di Jakarta, Kamis (11/4/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Berdasarkan penelusuran Jaringan Informasi Bisnis indonesia melalui playstrore, Selasa (12/11/2019), jumlah unduhan Gojek Driver lebih dari 5 juta unduhan, sementara Gocar Driver lebih dari 1 juta unduhan.
Untuk aplikasi pengemudi bagi Grab Indonesia tidak dibedakan berdasarkan mitra ojol maupun taksi daring seperti yang dilakukan Gojek. Jumlah unduhan aplikasi Grab Driver pun lebih dari 10 juta kali.
Jumlah unduhan di playstrore memang tidak merepresentasikan jumlah pengemudi ojol dan taksi online secara riil di Indonesia. Alasannya, bisa saja mitra pengemudi yang berhenti atau mengunduh sampai beberapa kali.
Setidaknya, hal itu menegaskan unduhan aplikasi Gojek dan Grab sudah menembus 16 juta kali atau setara 6,1 persen dari populasi jumlah penduduk Indonesia pada 2018 yang mencapai 258,7 juta jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Gempa besar dengan magnitudo 7,8 mengguncang Turki, Senin (6/2/2023). Kedutaan Besar Indonesia untuk Turki mencatatkan terdapat 500 WNI terdampak.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.
Noel mempertanyakan tuntutan kasus korupsi K3 Kemenaker karena selisih hukuman dengan terdakwa lain dinilai terlalu tipis.
Jadwal SIM Kulonprogo 19 Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.