Pemain PSIM Asal Argentina Pulga Vidal Rayakan Natal di Jogja
Pulga Vidal merayakan Natal 2025 di Yogyakarta bersama keluarga. Pemain PSIM itu tetap menjaga profesionalisme meski libur Natal.
Fenomena tiga puting beliung muncul bersamaan di Kepulauan Seribu, Senin (23/10/2017)./www.bnpb.go.id
Harianjogja.com, JAKARTA - Beberapa waktu terakhir, angin kencang melanda sejumlah wilayah lereng Merapi bahkan hingga Gunungkudul. Puting beliung adalah fenomena angin kencang yang bentuknya berputar menyerupai belalai, keluar dari awan Cumulonimbus (CB), dan terjadi di daratan (jika terjadi diperairan dinamakan Water Spout).
Namun tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena puting beliung, ada kondisi tertentu seperti ketika kondisi labilitas atmosfer yang melebihi ambang batas tertentu yang mengindikasikan udara sangat tidak stabil.
Tanda tanda akan terjadinya puting beliung:
BMKG mengungkap tanda-tanda akan terjadinya puting beliung. Adapun tanda itu yakni satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.
Udara mulai pagi hari sudah terasa panas serta cukup terik dan gerah. Umumnya mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.
Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus (CB).
Pepohonan di sekitar tempat kita berdiri, ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat karena hembusan angin.
Terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri.
Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan lebat tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.
Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada masa pancaroba, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun akan diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.
Karakteristik puting beliung/angin kencang berdurasi singkat:
Sangat lokal, Luasannya berkisar 5-10 km
Waktunya singkat, umumnya sekitar atau kurang dari 10 menit lamanya
Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari
Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama
Sangat sulit diprediksikan karena sifat kejadian fenomenanya sangat lokal.
Proses terjadinya puting beliung memiliki kaitan yang erat dengan fase tumbuh awan cumulonimbus (CB).
Imbauan untuk mengantisipasi puting beliung.
Jika terdapat pohoj yang rimbun, tinggi serta rapuh, segera tebang untuk mengurangi beban berat pads pohon tersebut.
Memperkuat bagian atap rumah yang rapuh karena sangat mudah sekali terkena puting beliung.
Jika melihat awan yang gelap, padahal sebelumnya cerah segera jauhi.
Segera berlindung dalam bangunan yang kokoh hindari berdiri di dekat pohon yang rapuh dan tinggi dan berpotensi roboh.
Dalam jangka panjang tanam pohon dengan akar serabut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pulga Vidal merayakan Natal 2025 di Yogyakarta bersama keluarga. Pemain PSIM itu tetap menjaga profesionalisme meski libur Natal.
SIM keliling Sleman 23 Mei 2026 hadir di Sleman City Hall malam hari untuk perpanjangan SIM A dan C.
Program ketahanan pangan Bantul berbasis Dana Desa mulai berkembang, namun kapasitas BUMKal masih menjadi tantangan utama.
Lens meraih gelar pertama Piala Prancis 2026 setelah mengalahkan Nice 3-1 di final Coupe de France di Stade de France.
Jadwal angkutan KSPN Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini Kamis 21 Mei 2026 lengkap dengan tarif terbaru.
Jadwal pemadaman listrik Jogja Sabtu 23 Mei 2026 terjadi di wilayah Sedayu, Kulon Progo, dan sekitarnya mulai pukul 13.00 WIB.