Terdampak Corona, Chevron Berencana Pangkas 6.000 Karyawan Secara Global
Chevron bakal memangkas hingga 6.000 karyawan atau 15 persen dari total pekerja
Li Yanxia/Weibo
Harianjogja.com, JAKARTA – Seorang wanita di China dihukum 20 tahun penjara karena mengadopsi lebih dari 100 anak.
Li Yanxia, 54, dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Wu\'an di provinsi Hebei, China, pada Rabu (24/7/2019) karena dinilai telah melakukan pemerasan, penipuan, pemalsuan, dan mengganggu ketertiban sosial.
Dilansir dari BBC, mantan pemilik panti asuhan ini juga didenda 2,67 juta yuan atau sekitar Rp5,4 miliar. Lima belas kaki tangannya, termasuk sang pacar, tak ketinggalan ikut dihukum.
Li terbukti telah menyalahgunakan tujuan panti asuhan untuk kepentingannya.
“Di antaranya kejahatannya adalah melakukan penipuan bersama dengan kaki tangannya demi keuntungan ekonomi,” terang pihak pengadilan dalam suatu unggahan di situs blog Weibo.
Sementara itu, pacarnya dituduh mengganggu ketertiban sosial, pemerasan, penipuan, dan cedera yang disengaja. Dia menerima hukuman 12,5 tahun penjara dan denda 1,2 juta yuan. Adapun beberapa dari 14 orang lainnya menerima hukuman penjara hingga empat tahun.
Li menjadi sorotan media pada tahun 2006 setelah diketahui mengadopsi lusinan anak di kampung halamannya di Wu\'an, sebuah kota kecil di provinsi Hebei.
Kepada media Li mengatakan pernah menikah tetapi telah bercerai. Mantan suaminya dikisahkan menjual putra mereka ke pedagang gelap seharga 7.000 yuan.
Dia berkata berhasil mendapatkan putranya kembali dan saat itulah dia memutuskan ingin mencoba membantu anak-anak lain yang bernasib malang.
Selama bertahun-tahun setelah itu kekayaannya melimpah hingga menjadi salah satu wanita terkaya di Hebei. Pada 1996, dia membeli sebuah perusahaan pertambangan besi.
"Saya sering melihat seorang anak berusia lima atau enam tahun berlarian di sekitar tambang. Ayahnya meninggal, ibunya melarikan diri, jadi saya membawa anak itu ke rumah saya. Dia anak pertama yang saya adopsi,” cerita Li kepada surat kabar lokal Hebei, Yanzhao Metropolis Daily pada saat itu.
Li lanjut mengadopsi puluhan anak-anak lain dan akhirnya membuka panti asuhan, yang dia beri nama "Love Village". Media ramai mengulas dirinya, termasuk beberapa laporan bahwa dia telah berjuang melawan kanker dan menghabiskan seluruh kekayaannya.
Jumlah anak yang diasuh Li mencapai puncaknya pada 2017 menjadi 118 anak.
Pada tahun itulah pemerintah setempat menerima informasi dari anggota masyarakat yang memberi tahu mereka tentang kegiatan mencurigakan.
Pada Mei 2018, polisi menemukan bahwa Li memiliki lebih dari 20 juta yuan dan US$20.000 di rekening banknya, juga kendaraan mewah seperti Land Rovers dan Mercedes Benz. Tak hanya itu, Li ditemukan telah melakukan kegiatan ilegal sejak 2011.
Dia juga memanipulasi beberapa anak angkatnya dan mengambil manfaat dari tindakan ini. Li diketahui memperoleh banyak uang dengan dalih untuk membangun panti asuhannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Chevron bakal memangkas hingga 6.000 karyawan atau 15 persen dari total pekerja
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.
Liverpool keluar dari empat besar Liga Inggris 2025/2026 usai kalah dari Aston Villa, sementara Manchester United pastikan posisi ketiga.