Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) bersama Prabowo Subianto berpelukan usai memberikan pernyataan pers saat menggelar pertemuan di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019)./Suara.com-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, JAKARTA- Berbagai pengamat politik mengomentari pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto belum lama ini.
Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai pertemuan antara Prabowo Subianto dengan presiden terpilih Joko Widodo adalah pertemuan yang sarat makna. Selain rekonsiliasi, pertemuan itu pasti memiliki agenda tersendiri di baliknya.
Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini mengatakan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus hingga Mal FX Senayan pada Sabtu (13/7/2019) sangat penting untuk menyatukan rakyat yang terbelah akibat Pilpres 2019.
"Harusnya betul-betul dijaga oleh para elit yang berada di sekitar pak Jokowi dan pak Prabowo bagaimana kemudian kita mampu mendinginkan suasana dan merangkul kembali masyarakat kita yang terbelah dan terpolarisasi akibat pilpres," kata Titi di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).
Namun menurut Titi, pertemuan itu memiliki makna yang luas yang tidak diketahui masyarakat apa terjadi di baliknya.
Dia berharap tidak ada kesepakatan pembagian kekuasaan antara kedua elite politik di balik pertemuan itu.
"Pertemuan simbolik yang sarat makna ya. Kita harus akui ya kan kita tidak tahu apa yang terjadi di belakang pertemuan simbolik itu tetapi hal yang simbolik itu punya makna yang besar," jelasnya.
Diketahui, Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto akhirnya bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus sekitar Pukul 10.07 WIB, Sabtu kemarin.
Setibanya di Stasiun MRT, Presiden Jokowi dan Prabowo sempat berpelukan dan berjalan bersama.
Prabowo dan Jokowi pun langsung menaiki gerbang MRT dan melanjutkan perjalanan dari Stasiun MRT Lebak Bulus menuju Senayan.
Sepanjang perjalanan dari Stasiun MRT Lebak Bulus menuju Senayan, keduanya sempat berbincang di gerbong yang dikhususkan dalam pertemuan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.