Polda Jateng Ungkap 53 Kasus BBM-LPG Subsidi, 60 Tersangka
Polda Jateng ungkap 53 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi, 60 tersangka diamankan dengan kerugian negara Rp12 miliar.
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat meninjau kesiapan tol Semarang-Solo ruas Salatiga-Kartasura, Jumat (14/12/2018). (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)
Harianjogja.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo meninjau kesiapan jalan tol ruas Salatiga-Solo untuk arus kendaraan saat libur Hari Natal dan Tahun Baru, Jumat (14/12/2013).
Jalan tol ruas Salatiga-Kartasura yang menjadi bagian dari tol Semarang-Solo itu dipastikan bakal segera beroperasi. Jalan tol sepanjang 32,6 km itu bahkan kabarnya segera diresmikan Presiden Joko Widodo, sebelum libur Hari Natal dan Tahun Baru di akhir tahun, Kamis (20/12/2018) mendatang.
Selesainya pembangunan jalan tol tersebut pun membuat akses warga Jateng, khususnya yang berada di Solo dan Semarang menjadi lebih mudah. Jarak dari Solo ke Semarang yang sebelum adanya jalan tol ditempuh dalam kurun waktu tiga jam kini bisa lebih dipersingkat, yakni 1,5 jam dalam jarak sekitar 72,46 km.
Hal itu dibuktikan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, saat meninjau kesiapan jalan tol ruas Salatiga-Solo untuk arus kendaraan saat libur Hari Natal dan Tahun Baru, Jumat (14/12/2013). Ganjar mengawali perjalanan dari pintu tol Jatingaleh, Semarang, menuju exit tol Salatiga. Dari exit tol Salatiga ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju ruas tol Salatiga-Kartasura dan berhenti di Kalikenteng.
Ganjar mengatakan ruas jalan tol Semarang-Solo tak hanya memberikan kemudahan akses bagi pengendara. Ruas tol yang total panjangnya mencapai 72,64 km itu juga menyajikan panorama yang indah. “Orang Semarang yang pengin ke Solo atau sebaliknya hanya butuh waktu 1,5 jam. Kalau santai ya sekitar dua jam, sambil minum kopi kalau mau istirahat lihat pemandangan. Sekarang kita tinjau, semalam saya juga sudah coba. Lumayan bagus,” ujar Ganjar.
Ganjar berharap beberapa sektor turut terangkat dengan pembangunan infrastruktur tol di Jateng itu, salah satunya pariwisata. Bersama pemerintah daerah dan pelaku pariwisata, pihaknya menyiapkan akses exit tol ke kantong-kantong wisata di Jateng. Bahkan dari dinas pariwisata telah membuat semacam peta wisata Jateng untuk memudahkan wisatawan, terlebih yang berlibur saat akhir tahun nanti.
"Rute-rute atau jalur wisata bisa didorong. Beberapakali setiap mudik, dinas pariwisata kita selalu membuat peta wisata dikasihkan kepada mereka. Kalau mereka pulang kemana dari titik mana ke arah mana titik wisata bisa kita guide. Mudah-mudahan besok bisa kembali kita buat. Besok liburnya empat hari. Kalau ada yang sudah libur sekolah pasti akan sampai setelah tahun baru. Jadi agak panjang," terang Ganjar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Pemda DIY menjajaki kerja sama dengan Spanyol di bidang ekraf, pariwisata, film, budaya, dan olahraga, termasuk promosi wisata Jogja.
Joanna Wietrzyk minta maaf setelah viral buang air besar saat lomba Hyrox di Beijing. Ia mundur secara retroaktif dan melepaskan poin kemenangannya.
Panpel Persija dilarang menggelar dua laga kandang di DKI, Banten, dan Jabar serta didenda Rp40 juta usai laga kontra Persib.
Gelaran Borobudur Indonesia Expo 2026 di Alun-Alun Kota Magelang pada 17-20 September 2026 diharapkan mampu menjadi pengungkit perekonomian daerah setempat