Polres Jepara Tahan Pengasuh Ponpes Kasus Kekerasan Seksual
Polres Jepara menahan pengasuh ponpes kasus dugaan kekerasan seksual dengan modus nikah siri fiktif terhadap seorang pelajar.
Beberapa warga desa tengah berada di Situs Batur, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (20/9/2018). (Istimewa-Tri Subekso)
Harianjogja.com, SEMARANG — Penelitian terbaru mengungkap jejak masa lalu Gunung Ungaran di Jawa tengah.
Seorang arkelolog asal Kota Semarang, Tri Subekso, menilai Gunung Ungaran merupakan tempat spiritiual pada masa lampau. Hal itu menyusul banyak ditemukannya situs bersejarah di gunung yang berada di Kabupaten Semarang itu, seperti Situs Batur di Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru.
Subekso memperkirakan Situs Batur sudah ada sejak abad ke-9. Situs Batur berupa tumpukan batu yang memiliki luas sekitar 8x8 meter dan berada di ketinggian 624 meter di atas permukaan laut (mdl).
Subekso mengatakan, di sebelah barat Situs Batur terdapat bukit Gajahmungkur, di sebelah utaranya terlihat pemandangan Danau Rawapening yang dikelilingi pegunungan. Menurutnya, lanskap alam yang berupa pegunungan, perbukitan, dan danau inilah yang rupanya ideal untuk dijadikan sebagai Mandala atau tempat mendirikan bangunan suci dan melakukan upacara keagamaan.
“Meski pun tinggal menyisakan reruntuhan saja, situs ini tergolong istimewa kalau dilihat dari lanskap religi. Tentunya pendirian candi ini didasarkan pada pertimbangan orientasi yang sesuai dengan konsepsi keagamaan masyarakat Jawa pada masa itu,”kata Subekso dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com-jaringan Harianjogja.com, Kamis (20/9/2018).
Subekso menambahkan sekitar 100 meter di bawah Situs Batur terdapat sumber mata air. “Besar dugaan dahulunya pernah dibangun patirtan yang fungsinya untuk mengambil air suci (Amerta) dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya.
Selain itu, Subekso juga menilai letak situs ini berdekatan dengan dusun sebelahnya yang ternyata bersifat arkais (kuno), yaitu Kayuwangi. Kata dia, Kayuwangi adalah nama raja Mataram Kuno yang memerintah pada abad ke-9, seperti disebut dalam prasasti-prasasti Jawa kuno.
"Desa Gedong terdiri dari 8 dusun, di mana dua di antaranya adalah Babadan dan Kayuwangi. Memang perlu adanya penelitian lebih mendalam, tapi munculnya data arkeologi dan nama dusun yang bersifat arkais
“Desa Gedong sendiri terdiri dari 8 dusun, 2 diantaranya adalah Babadan (dimana terdapat situs Batur) dan Kayuwangi. Memang perlu adanya penelitian yang lebih mendalam, namun munculnya data arkeologi dan nama dusun yang bersifat arkais tak bisa diabaikan," ujar Subekso.
Terpisah, Pamong Budaya Kecamatan Banyubiru, Mafud Fauzi, mengatakan Situs Batur sangat penting dan perlu didata lagi terkait titik koordinat, elevasi, kepemilikan lahan, dan kondisi lingkungan sekitar.
Mafud menyebutkan meski sudah diketahui sejak lama, Situs Batur selama ini belum pernah terdata secara resmi.
"Saya mengharap keterlibatan warga dan perangkat desa untuk mengamankan peninggalan sejarah ini. Keberadaan situs ini dilindungi UU Cagar Budaya No.11/2010," terang Mafud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 22 September 2026 tersedia di lima rute. Tarif promo masih Rp50.000 hingga September.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 22 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 22 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.